Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 9 Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Desa Mlaten Demak

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak,

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Posko 9 UIN Walisongo Semarang ikut menghadiri rangkaian kegiatan Sedekah Bumi yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak pada Sabtu, (16/05/2026).

Kegiatan yang diadakan setiap tahun ini merupakan wujud terima kasih masyarakat atas hasil panen, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan yang telah diberikan Allah SWT. kepada seluruh masyarakat desa.

Kegiatan Sedekah Bumi dihadiri oleh perangkat desa, kalangan pemuda, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Desa Mlaten dari berbagai kalangan.

Antusiasme masyarakat tampak jelas sejak pagi hari hingga kegiatan selesai pada malam hari. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur yang masih dijaga sampai saat ini.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 22 Tanamkan Nilai Anti-Perundungan dan Bijak Bersosial Media di Sekolah Dasar se-Desa Ngabean

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Mlaten. Doa bersama tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar masyarakat Desa Mlaten senantiasa diberi keselamatan, kerukunan, serta rezeki yang berlimpah. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa sangat kuat selama kegiatan berlangsung.

Pada siang hari, masyarakat disuguhkan pertunjukan wayang kulit yang menjadi hiburan sekaligus bagian dari upaya melestarikan seni budaya Jawa.

Pertunjukan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai usia. Banyak masyarakat yang memenuhi lokasi kegiatan untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang berlangsung dengan semarak.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan Sedekah Bumi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Desa Mlaten.

Baca juga:  Penyerahan Mahasiswa KKN UIN Walisongo ke Pemerintah Desa Lanji Kecamatan Patebon Berjalan Lancar

Banyak warga memanfaatkan momentum keramaian acara untuk membuka lapak makanan, minuman, mainan anak, hingga berbagai produk rumahan khas desa.

Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah turut membantu meningkatkan penjualan para pelaku UMKM dan menjadi sarana promosi usaha masyarakat setempat.

Selanjutnya pada sore hari, masyarakat mengadakan kegiatan slametan bersama yang dilanjutkan dengan tradisi pembagian ambeng kepada masyarakat yang hadir.

Tradisi ambeng ini menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian di antara masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi masyarakat Desa Mlaten.

Mahasiswa KKN Reguler Posko 9 UIN Walisongo Semarang turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan bersama masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung kegiatan kebudayaan desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol dan Judol untuk Remaja RW 09 Kelurahan Gemah

Kehadiran para mahasiswa KKN diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.

Puncak acara digelar malam hari dengan pementasan ketoprak oleh grup kesenian Seno Laras bertema “Wahyu Budoyo”. Pementasan berjalan semarak dan disambut antusias penonton hingga acara selesai.

Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi ini, masyarakat Desa Mlaten berharap agar tradisi budaya leluhur dapat senantiasa dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Selain sebagai ungkapan terima kasih, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta kekompakan di antara masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa tradisi budaya dapat berjalan berdampingan dengan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *