Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengadakan workshop pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah bersama ibu-ibu PKK Desa Rejosari, (31/5/26).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengolahan limbah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan serta dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Workshop berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh ibu-ibu PKK yang ingin mengetahui cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Dalam kegiatan ini, peserta diajarkan mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, perendaman menggunakan arang, hingga proses pembuatan lilin dengan tambahan pewarna dan essential oil sebagai pewangi.

Ketua PKK Desa Rejosari, Musdaimah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan wawasan baru mengenai bahaya membuang minyak jelantah sembarangan.
“Nanti ibu-ibu diberi wawasan oleh adik-adik KKN UIN Walisongo tentang masalah limbah jelantah. Betapa sangat pentingnya ya ibu-ibu, jelantah jangan dibuang sembarangan karena banyak manfaatnya, salah satunya bisa dijadikan lilin aromaterapi. Kalau membuang sembarangan otomatis tanahnya nanti tidak bisa subur dan tidak bisa ditanami apapun. Kalau dibuang ke selokan nanti airnya tersumbat,” ujarnya.
Ia juga berharap ilmu yang didapatkan pada workshop tersebut dapat disebarkan kepada masyarakat lainnya agar semakin banyak warga yang peduli terhadap pengolahan limbah rumah tangga.
“Makanya dari itu ibu-ibu PKK nanti dapat ilmu dari adik-adik KKN. Sampai rumah kalau bisa dikasih tahu teman-temannya, dikasih tahu ibu-ibu yang biasa masak. Nanti diberitahu jangan buang minyak jelantah sembarangan biar ada hasilnya dan manfaatnya,” tambahnya.

Selain memberikan edukasi lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Lilin aromaterapi hasil olahan minyak jelantah memiliki nilai estetika dan dapat digunakan sebagai pengharum ruangan maupun dijual sebagai produk kerajinan.
Melalui workshop ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap masyarakat Desa Rejosari dapat lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Penulis: Tim KKN posko 15 UIN Walisongo Semarang






