Klaim Asuransi Gagal Panen Mulai Diproses, Ribuan Hektare Sawah Jateng Terdampak Banjir

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memproses klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di sejumlah daerah.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi petani yang mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

Lahan padi yang masuk dalam pengajuan klaim tersebar di Kabupaten Kudus, Pati, dan Grobogan.

Sementara Kabupaten Jepara, meski juga terdampak, menggunakan mekanisme penanganan berbeda karena belum masuk dalam skema AUTP tahun 2025.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan bahwa pendataan lahan terdampak banjir telah rampung dan seluruh data telah diserahkan ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Baca juga:  Jelang Nataru, Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman 8 Bulan: Pemerintah Bergerak Kendalikan Kenaikan Harga

Pendataan tersebut dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP), yang menjadi dasar proses klaim AUTP.

Selanjutnya, Jasindo akan melakukan validasi lapangan bersama petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di masing-masing kabupaten.

“Proses validasi biasanya memakan waktu sekitar 15 hari setelah kejadian atau pelaporan. Jika sudah dinyatakan valid, Jasindo akan merealisasikan penggantian kepada kelompok tani yang terdampak,” ujar Fransisco di Semarang, Senin (19/2/2026).

Berdasarkan data Distanak Jawa Tengah, Kabupaten Kudus menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan.

Total lahan padi yang terdampak banjir mencapai 315,49 hektare, tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Mejobo mencatat luasan terbesar, disusul Kaliwungu, Jati, Undaan, dan Jekulo.

Baca juga:  Kolaborasi Posyandu Remaja Bersama Program Pengabdian Masyarakat (KKN) UIN Walisongo Posko 17: Upaya Menciptakan Generasi Sehat Sejak Dini

Sementara itu, Kabupaten Pati mencatat dampak paling luas, yakni 672,12 hektare lahan padi yang terendam banjir. Kerusakan paling besar terjadi di Kecamatan Gabus dan Jakenan.

Adapun di Kabupaten Grobogan, banjir berdampak pada sekitar 83,3 hektare lahan pertanian yang berada di Kecamatan Brati.

“Yang biasanya kita ganti lewat asuransi itu lahan yang sudah mendekati panen dan tidak bisa diselamatkan. Seperti di Kudus, banyak sawah yang sebenarnya sudah siap panen, tapi akhirnya gagal total,” jelas Fransisco.

Berbeda dengan tiga daerah lainnya, Kabupaten Jepara belum tercatat dalam program AUTP tahun 2025.

Meski demikian, Pemprov Jawa Tengah tetap menyiapkan solusi agar petani tidak menanggung kerugian sendirian.

Baca juga:  Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Untuk wilayah Jepara, pemerintah mengajukan bantuan berupa penggantian benih padi dan pupuk agar petani bisa segera melakukan tanam ulang.

“Datanya sudah ada, karena yang terdampak hampir seluruhnya sawah. Tapi mekanismenya bukan lewat asuransi, melainkan bantuan benih dan pupuk,” terang Fransisco.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah menginstruksikan kepala daerah di wilayah terdampak cuaca ekstrem untuk segera mengajukan asuransi gagal panen.

Kebijakan ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan daerah.

Menurut Gubernur, bencana akibat perubahan iklim memang tidak bisa dicegah sepenuhnya.

Namun, dampaknya dapat ditekan melalui mitigasi yang tepat, salah satunya dengan perlindungan asuransi bagi petani.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan
Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru