Jatengvox.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis mempercepat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, kolaborasi antar-lembaga ekonomi desa menjadi fondasi penting agar potensi lokal tidak berjalan sendiri-sendiri.
Taj Yasin mengungkapkan, Jawa Tengah memiliki basis kelembagaan ekonomi desa yang cukup kuat.
Dari total 7.810 desa, sebanyak 7.595 desa atau sekitar 97,25 persen telah membentuk BUMDes. Namun, tidak semua BUMDes tersebut sudah berbadan hukum.
“Per akhir September 2024, yang sudah berbadan hukum baru 2.985 BUMDes. Ini yang perlu terus kita dorong bersama,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Ia menilai, sinergi antara BUMDes dan KDKMP dapat mempercepat penguatan ekonomi desa, membuka lapangan kerja lokal, sekaligus menjadi instrumen nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Momentum Hari Desa Nasional pun diharapkan menjadi pengingat pentingnya konsistensi membangun desa berbasis potensi dan kemandirian.
“Semoga Jawa Tengah, bahkan Indonesia, bisa semakin makmur lewat desa,” tandasnya.
Selain berdampak pada kebijakan, penyelenggaraan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali juga dinilai memberi efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Tingginya mobilitas pengunjung selama kegiatan berlangsung turut menghidupkan sektor jasa, UMKM, hingga usaha kecil di wilayah tersebut.
Kondisi ini, menurut Taj Yasin, menjadi bukti bahwa agenda desa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal jika dikelola dengan baik.
Sejalan dengan hal itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret.
Salah satunya dengan mendorong pelaku usaha desa agar mampu naik kelas dan berdaya saing.
“Ini cara konkret membangun dari desa dan dari bawah. Tujuannya jelas: pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberantasan kemiskinan,” kata Yandri.
Ia juga mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Boyolali, sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2026.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menguatkan peran desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
“Lewat pameran produk unggulan desa, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tetapi menjadi pemain utama dalam ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT, Tabrani, menyampaikan bahwa pameran produk unggulan desa menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026.
Lebih dari 90 pelaku UMKM, termasuk dari BUMDes terbaik, turut ambil bagian dalam pameran tersebut.
Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Pameran ini kami jadikan wadah promosi, apresiasi, sekaligus penguatan ekosistem ekonomi desa agar terus tumbuh dan berkelanjutan,” kata Tabrani.
Editor : Murni A













