Pelatihan Zero Waste Fashion di Jateng, Kader PKK Sulap Kain Perca Jadi Busana Elegan

waktu baca 3 menit
Rabu, 27 Agu 2025 14:18 23 Redaksi

Jatengvox.com – Siapa sangka kain perca yang biasanya hanya dianggap limbah rumah tangga, bisa berubah menjadi busana elegan bernilai seni sekaligus ekonomi.

Inilah yang tampak dalam pelatihan Zero Waste Fashion yang digelar di Aula PKK Jawa Tengah, Jalan Sriwijaya Semarang, Selasa (26/8/2025).

Ratusan kader PKK dari 35 kabupaten/kota, baik yang hadir secara luring maupun daring, terlihat antusias mengikuti pelatihan bertajuk “Program Sandang: Fashion Berkelanjutan dengan Konsep Zero Waste”.

Mereka tidak sekadar menyimak teori, tetapi juga langsung praktik merangkai kain perca menjadi produk sandang yang siap dipakai.

Yang membuat acara ini semakin istimewa, para kader mendapat arahan langsung dari desainer asal Semarang, Elkana Gunawan, sosok yang dikenal piawai menyulap kain sisa menjadi koleksi fashion berkelas.

Elkana menjelaskan, “Kain perca yang sering kita anggap sampah, ternyata bisa jadi busana indah dengan nilai seni dan ekonomis tinggi.”

Baca juga:  BPBD Sebut Musim Kemarau Jawa Tengah 2025 Lebih Terkendali, Namun Warga Diminta Tetap Waspada

Dalam sesi awal, Elkana memperkenalkan konsep Zero Waste Fashion sebagai pendekatan fesyen yang berfokus pada efisiensi material sekaligus meminimalkan limbah.

Sejumlah busana hasil kreasinya dipamerkan di depan peserta, tampil elegan, unik, dan berkarakter.

Setelah itu, peserta diajak praktik langsung. Dimulai dari menyiapkan alat sederhana seperti gunting, kain dasar, hingga mesin jahit.

Potongan kain perca dengan beragam warna disusun membentuk pola, ditempel pada kain utama, disetrika agar merekat, lalu dijahit hingga menyerupai busana yang bisa dikenakan.

Suasana pelatihan pun terasa hidup karena kader benar-benar dilibatkan dalam proses kreatif tersebut.

Baca juga:  Sekda Jateng Dorong Industri Olahan Ikan, Tekankan Gizi Seimbang bagi Masyarakat

Hartati Wahyu, anggota Pokja 3 TP PKK Kota Surakarta, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini.

“Kita tadi diajari bagaimana kain perca bisa dirangkai, bisa diolah menjadi baju, jadi selimut, dompet, atau tas. Jadi benar-benar memanfaatkan limbah sampah yang penanganannya belum terlaksana selama ini,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Gilang Ramadan, kader PKK Kabupaten Brebes.

Menurutnya, pelatihan kali ini membuka mata bahwa usaha kreatif bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

“Harapannya kami di kabupaten maupun kecamatan, setelah adanya pelatihan ini, bisa mengurangi sampah dari kain, dan output-nya sampah dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi pengrajin,” katanya.

Baca juga:  Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH

Ketua Bidang III Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Jateng, Silvia Hanung, menegaskan bahwa program sandang merupakan agenda nasional PKK yang menekankan pengolahan limbah kain dengan konsep zero waste.

Menurutnya, tren fesyen yang ramah lingkungan ini bisa menjadi pintu masuk kader PKK untuk terjun ke dunia industri kreatif.

“Sehingga nanti goalnya adalah menjadi budaya, kita memperhatikan lingkungan, mengolah limbah kain sehingga lingkungan bisa lebih terpelihara lebih baik lagi,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, semangat ramah lingkungan sekaligus jiwa kewirausahaan kader PKK di Jawa Tengah semakin ditumbuhkan.

Zero Waste Fashion pun bukan sekadar tren, tetapi juga jalan menuju gaya hidup berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA