Jatengvox.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat, khususnya tumbuh kembang anak-anak sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 3 UIN Walisongo Semarang menggelar aksi nyata dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada 4 Agustus 2026.
Langkah kolaboratif ini merupakan upaya bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, bebas stunting serta mendukung tumbuh kembang balita secara optimal di Desa Kalirejo.
Kegiatan posyandu ILP yang bertempatan di Kalipasir Kelurahan Kalirejo mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat setempat.
Sejak pagi hari, puluhan ibu membawa balita dan anak-anak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkala. Berbeda dari Posyandu konvensional, Posyandu ILP menerapkan pendekatan pelayanan Kesehatan yang lebih terpadu dan lebih menyeluruh.

Dalam kegiatan ini, kehadiran mahasiswa KKN turut membantu kelancaran teknis pelaksanaan acara yang bertepatan di Kalipasir Kelurahan Kalirejo Ungaran Timur. Keterlibatan mahasiswa KKN UIN Walisongo secara aktif mendampingi Kader Posyandu dalam mengoperasikan sistem pelayanan kesehatan terpadu.
Dalam pendampingan posyandu ILP, kegiatan operasional ini umumnya terbagi dalam alur pelayanan berbasis lima langkah utama. Pada tahap pendaftaran, Mahasiswa turut mendampingi proses pencatatan data beberapa identitas ibu dan anak agar alur pelayanan berjalan tertib dan terstruktur.
Langkah selanjutnya berfokus pada pemeriksaan fisik anak. Proses ini mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta penghitungan lingkar kepala dan lingkar lengan atas (Lila) menggunakan perangkat antropometri terstandar.
Hasil pengukuran kedua menunjukkan catatan secara akurat dalam Grafik Pertumbuhan Anak pada Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Langkah ini bertujuan memetakan kurva tumbuh kembang serta mendeteksi secara dini adanya potensi hambatan pertumbuhan.
Memasuki tahap ketiga, seluruh data pengukuran fisik yang telah diperoleh langsung dicatat secara cermat ke dalam Grafik Pertumbuhan Anak pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Langkah pencatatan dan skrining ini menjadi krusial untuk memetakan kurva tumbuh kembang balita dari waktu ke waktu, sekaligus berfungsi sebagai deteksi dini apabila ditemukan indikasi gangguan atau hambatan pertumbuhan pada anak.
Selanjutnya tahap keempat, pelayanan meliputi pemberian imunisasi rutin, vitamin A, obat cacing, hingga pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menunjang kebutuhan nutrisi pada ibu serta balita.
Satu diantara fokus utama dalam pelaksanaan Posyandu ILP di Kalipasir kali ini, adalah penguatan edukasi gizi melalui pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Pemberian PMT dikhususkan kepada ibu dan anak agar pemenuhan gizinya tetap terpenuhi.”
Isu pemenuhan gizi seimbang menjadi perhatian bersama, mengingat kecukupan nutrisi tidak hanya dibutuhkan oleh anak usia balita, tetapi juga oleh para ibu dewasa yang memegang peranan kunci dalam mengelola pola makan keluarga.
Pemenuhan gizi melalui MBG dan PMT menjadi perhatian mendesak dalam Posyandu ILP Kalirejo. Fase balita merupakan masa golden age, di mana otak dan jaringan tubuh berkembang pesat.
Tanpa asupan protein hewani dan mikronutrien yang cukup, anak rentan mengalami hambatan kognitif dan penurunan daya tahan tubuh yang berdampak jangka panjang.
“Dari pemberian PMT ini, bukan sekadar bagi-bagi makanan gratis. Ini pancingan edukasi supaya ibu-ibu paham porsi makan yang tepat untuk anak. Jika asupan gizinya kurang dari sekarang, efeknya anak jadi gampang sakit dan tumbuh kembangnya terhambat dibanding anak seusianya,” ujarnya.
Pendampingan yang konsisten dari Kader Posyandu ILP sangat krusial untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita sekaligus memastikan pemenuhan agar kesehatan ibu dan anak di Kelurahan Kalirejo dapat terjaga dengan baik.
Kesadaran masyarakat Kalirejo dalam mengikuti kegiatan posyandu semakin meningkat. Dengan sinergi antara edukasi gizi seimbang dan pemantauan Kesehatan rutin, Kelurahan Kalirejo optimis mampu mewujudkan generasi yang memiliki tumbuh kembang optimal dan sehat secara fisik maupun kognitif melalui pendampingan Posyandu secara berkelanjutan.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar