Wisata Religi Sunan Kudus: Menyusuri Jejak Dakwah dan Toleransi di Kota Kudus

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menara Kudus menjadi simbol perpaduan budaya Hindu dan Islam peninggalan Sunan Kudus, Senin (20/10/2025). Foto: Ananda Dwi Rosalia.

Menara Kudus menjadi simbol perpaduan budaya Hindu dan Islam peninggalan Sunan Kudus, Senin (20/10/2025). Foto: Ananda Dwi Rosalia.

Pagi itu, aroma kembang dan suara shalawat lembut terdengar dari arah Masjid Al-Aqsa. Di pelataran masjid, peziarah datang silih berganti, membawa bunga dan doa di tangan. Mereka melangkah pelan menuju kompleks wisata religi Sunan Kudus, tempat peristirahatan salah satu tokoh besar penyebar Islam di tanah Jawa, Sunan Kudus atau Ja’far Shodiq.

Setiap pengunjung datang dengan tujuan yang berbeda. Ada yang berziarah untuk mengenang perjuangan dakwah para wali, ada pula yang sekadar mencari ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Bagi sebagian orang, berkunjung ke tempat ini bukan hanya tradisi keagamaan, melainkan juga perjalanan spiritual untuk memperkuat keimanan dan rasa syukur.

Kawasan Wisata Religi Sunan Kudus memang lebih dari sekadar destinasi wisata. Di tempat ini, nilai sejarah dan spiritual berpadu harmonis. Menara Kudus yang berdiri megah di depan Masjid Al-Aqsa menjadi saksi bisu kebesaran Sunan Kudus. Arsitektur menaranya unik, berbentuk seperti candi dengan bahan bata merah yang mencerminkan perpaduan budaya Hindu dan Islam.

Baca juga:  YouTube Manfaatkan AI untuk Perbaiki Kualitas Video Rendah Secara Otomatis

Sunan Kudus dikenal sebagai tokoh yang bijak, menyebarkan ajaran Islam dengan cara menghormati tradisi masyarakat setempat. Bahkan, beliau pernah melarang penyembelihan sapi sebagai bentuk toleransi terhadap umat Hindu pada masa itu.

Tak jauh dari kompleks makam, suasana pasar kecil terasa hidup. Pedagang menjajakan jenang Kudus, batik, tasbih, hingga miniatur menara sebagai buah tangan. Kehadiran para peziarah membuat ekonomi warga sekitar terus bergerak. Di sela hiruk-pikuk itu, masyarakat tetap menjaga kesopanan dan suasana religius kawasan tersebut agar tetap nyaman bagi semua pengunjung.

Baca juga:  Tips Menghemat Deterjen Saat Mencuci agar Tetap Efektif dan Hemat Biaya

Selain berziarah, banyak pengunjung yang datang untuk belajar sejarah. Beberapa sekolah dan komunitas remaja masjid sering mengadakan kunjungan edukatif ke Wisata Religi Sunan Kudus, mengenalkan nilai toleransi dan dakwah yang damai kepada generasi muda.

Pemerintah daerah pun ikut mendukung dengan memperbaiki fasilitas umum, memperluas area parkir, serta menjaga kebersihan dan kesakralan tempat ini agar tetap terawat.

Sore hari, ketika azan Asar berkumandang, suasana menjadi semakin syahdu. Cahaya matahari yang menembus celah menara menciptakan siluet indah di antara bangunan bata merah. Banyak pengunjung yang menundukkan kepala, merenungi kehidupan dan perjalanan Sunan Kudus yang sederhana namun penuh makna.

Baca juga:  Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Menabung Sejak Dini

Wisata Religi Sunan Kudus bukan hanya tempat ziarah, tetapi juga ruang untuk belajar dan merenung tentang nilai kehidupan. Di setiap langkah di kompleks ini, kita diingatkan tentang pentingnya toleransi, kesederhanaan, dan ketulusan dalam berbuat baik.

Melalui peninggalan Sunan Kudus, generasi sekarang diajak untuk menghargai perbedaan dan menjaga warisan budaya yang sarat makna spiritual.

Mengunjungi Wisata Religi Sunan Kudus bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan batin, sebuah kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok wali yang menanamkan nilai damai, sabar, dan hormat pada sesama. Dari kota kecil Kudus inilah, pesan besar tentang toleransi dan persaudaraan umat manusia terus bergema hingga kini.

Penulis : Ananda Dwi Rosalia

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potensi UMKM Kopi Lokal Jawa Tengah di Tengah Tren Minum Kopi Anak Muda
Kisah Inspiratif Pembatik Kota Semarang: Jejak Tangan Siti Afifah
Spesifikasi Awal iPhone Fold Terungkap, Apple Fokus Stabilitas Desain
Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Menabung Sejak Dini
7 Tips Stimulasi Agar Anak Cepat Bicara: Kegiatan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah
Tips Menjaga Keamanan dan Keselamatan Anak di Rumah
YouTube Manfaatkan AI untuk Perbaiki Kualitas Video Rendah Secara Otomatis
Restyle Teks Instagram Hadir, Kini Kamu Bisa Ciptakan Gaya Font Unik dengan AI

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:05 WIB

Potensi UMKM Kopi Lokal Jawa Tengah di Tengah Tren Minum Kopi Anak Muda

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:58 WIB

Kisah Inspiratif Pembatik Kota Semarang: Jejak Tangan Siti Afifah

Kamis, 18 Desember 2025 - 06:09 WIB

Spesifikasi Awal iPhone Fold Terungkap, Apple Fokus Stabilitas Desain

Senin, 15 Desember 2025 - 19:45 WIB

Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Menabung Sejak Dini

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:56 WIB

7 Tips Stimulasi Agar Anak Cepat Bicara: Kegiatan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berita Terbaru