Warga Kedungsari Antusias Praktik Langsung Pembuatan Biopori Bersama KKN UIN Walisongo

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 85 UIN Walisongo Semarang Posko 04 bersama Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Tectona grandis, sukses menggelar program sosialisasi dan praktik pembuatan lubang resapan biopori pada Minggu, 16 November 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di Dusun Krajan, Desa Kedungsari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Mengusung semangat pelestarian lingkungan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan solusi praktis untuk mengatasi genangan air sekaligus mengelola sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Puluhan Ibu-ibu KWT dan warga sekitar terlibat aktif dalam setiap sesi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan sambutan dari perwakilan tuan rumah, Ibu Tin.

Baca juga:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah 12–15 September 2025

Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN dan memberikan gambaran singkat mengenai sejarah, tujuan, serta manfaat keberadaan KWT di dusun tersebut.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi utama, yaitu sosialisasi dan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN.

Para peserta diperkenalkan kembali mengenai konsep lubang resapan biopori, manfaatnya untuk mengatasi sampah organik dan genangan air, serta pentingnya memiliki area resapan di lingkungan padat penduduk.

Sesi ini berlangsung interaktif, diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab dari warga yang antusias.

Usai pemaparan materi, para peserta tak butuh waktu lama untuk langsung beraksi. Dengan semangat gotong royong, mahasiswa dan Ibu-ibu KWT bahu-membahu menyiapkan peralatan dan langsung memulai praktik pemasangan tabung pipa paralon biopori.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Ikuti Musyawarah Desa Sedayu

Sebanyak 8 titik lubang resapan biopori berhasil dibuat pada hari itu. Titik-titik ini tersebar strategis di tiga dusun, yaitu Jetak, Krajan, dan Baon.

Lokasi pemasangan difokuskan pada area rawan genangan, seperti di sekitar rumah Kepala Dusun, lingkungan TPQ, serta di lahan produktif milik KWT.

Gilang Soumena, selaku Koordinator KKN Posko 04 Kedungsari, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga.

“Kami sangat terkesan dengan semangat Ibu-ibu KWT. Program biopori ini adalah solusi sederhana namun dampaknya besar. Harapannya, warga bisa merasakan manfaatnya langsung, mengurangi genangan saat hujan, dan sampah organik dapur bisa diolah menjadi kompos di lubang biopori,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Festival Santri Cilik Meriahkan Hari Santri Nasional di Pagertoyo

Apresiasi tinggi juga datang dari Ibu Tin, perwakilan dari KWT. Ia mengaku sangat terbantu dengan inisiatif mahasiswa KKN.

“Kami merasa program ini sangat tepat sasaran. Anak-anak KKN tidak hanya memberi materi, tapi benar-benar mendampingi kami membuat lubangnya dari awal. Ini ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi kami. Insya Allah akan kami rawat dan semoga bisa ditambah lagi titiknya,” ungkapnya.

Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mencari solusi atas isu lingkungan.

Dengan adanya 8 titik biopori percontohan ini, diharapkan kesadaran warga mengenai pentingnya drainase dan pengelolaan sampah organik dapat meningkat secara praktis dan lestari.

Penulis : Tim KKN Posko 04

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat
MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 16:29 WIB

Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo

Senin, 2 Maret 2026 - 09:10 WIB

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah

Berita Terbaru