Wagub Jateng Soroti Peran Mahasiswa dalam Inovasi Lingkungan Berkelanjutan

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di daerah.

Mahasiswa dinilai bukan sekadar agen perubahan dalam wacana, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan keynote speech pada acara Pelantikan dan Stadium Generale Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Senin (9/2/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan bahwa pemerintah membutuhkan keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa yang saat ini dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan.

Menurut Gus Yasin, aktivitas organisasi mahasiswa seharusnya tidak berhenti pada rutinitas internal kampus.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Posko 86 Gelar Edukasi Etika Bermedia Sosial di SMP Islam Sudirman Bancak

Organisasi seperti Dema justru diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan segar yang relevan dengan persoalan riil di tengah masyarakat.

“Pemerintah tentu membutuhkan adik-adik mahasiswa, terutama yang saat ini memimpin organisasi kemahasiswaan. Dari sanalah ide dan solusi bisa lahir,” ujarnya.

Ia menilai, mahasiswa memiliki keunggulan dalam hal daya kritis, idealisme, serta kemampuan membaca persoalan dari sudut pandang yang lebih segar.

Potensi tersebut akan sia-sia jika tidak diarahkan untuk menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam pemaparannya, Gus Yasin juga menyoroti struktur organisasi Dema yang dinilainya mirip dengan sistem pemerintahan.

Mulai dari pembagian bidang, mekanisme pengambilan keputusan, hingga dinamika kepemimpinan, semuanya menjadi latihan awal sebelum terjun ke kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bertolak ke Malaysia Hadiri KTT ASEAN, Lanjutkan Agenda ke Korea Selatan untuk KTT APEC

“Struktur organisasi eksekutif mahasiswa itu sejatinya miniatur pemerintahan. Di situlah adik-adik belajar memimpin, mengambil keputusan, dan mengelola perbedaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengalaman berorganisasi merupakan modal penting bagi mahasiswa yang kelak akan terlibat dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan daerah.

Dinamika yang dihadapi di organisasi mahasiswa tidak jauh berbeda dengan tantangan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Semua harus berjalan atas dasar kesepakatan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok,” lanjut Gus Yasin.

Selain isu sosial dan kepemimpinan, Wagub Jawa Tengah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak bisa dilepaskan dari isu keberlanjutan dan ekologi.

Baca juga:  DWP Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Mewujudkan Perubahan Nyata

“Inovasi hari ini adalah tentang lingkungan. Bagaimana kita memanfaatkan bumi tanpa merusak ekosistem,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk menghadirkan pendekatan-pendekatan baru yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan alam.

Baginya, manusia seharusnya hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sumber masalah bagi lingkungan.

Gus Yasin berharap, mahasiswa UIN Walisongo yang aktif di Dema mampu menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran yang utuh—baik secara intelektual, sosial, maupun moral.

Pengalaman tersebut diyakini akan membentuk karakter kepemimpinan yang dibutuhkan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

“Berbagai persoalan di masyarakat membutuhkan inovasi. Dan inovasi itu lahir dari keberanian berpikir, berdiskusi, serta bekerja bersama,” pungkasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat
MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 16:29 WIB

Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo

Senin, 2 Maret 2026 - 09:10 WIB

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah

Berita Terbaru