Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 April 2026 — Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus memperkuat posisinya dalam pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia melalui langkah strategis dengan menjajaki kolaborasi bersama Circle, perusahaan global di balik stablecoin USDC.

Pertemuan antara CEO Tokocrypto Calvin Kizana dan Co-Founder, CEO, sekaligus Chairman Circle Jeremy Allaire di Jakarta pada 10 April 2026, menjadi bagian dari upaya memperluas integrasi Indonesia dalam infrastruktur keuangan digital global.

Dalam pertemuan tersebut, Jeremy menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam perkembangan sistem keuangan digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah mengunjungi Jakarta dan bertemu langsung dengan banyak pelaku industri, saya semakin yakin bahwa Indonesia akan memainkan peran yang semakin besar dalam sistem keuangan global. Saat ini pun, Indonesia sudah menunjukkan tingkat adopsi kripto dan stablecoin yang sangat tinggi,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MAs Kelompok 125 Menjalankan Program Kerja untuk Pendidikan Agama di Kalangan Anak-anak: Quantum Qur’an

Jeremy juga menambahkan bahwa meskipun saat ini stablecoin masih didominasi oleh dolar AS, teknologi ini memiliki potensi yang jauh lebih luas, termasuk kemungkinan pengembangan berbasis mata uang lokal di masa depan.

Stablecoin Sebagai Infrastruktur Penting

Diskusi antara Tokocrypto dan Circle juga membahas peran stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam aset digital, serta peluang integrasi dengan sistem lokal. Selain itu, kedua pihak menyoroti pentingnya kesiapan regulasi dan kolaborasi lintas industri untuk mendukung pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan.

Secara global, tren penggunaan stablecoin terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama di negara berkembang. Berdasarkan Stablecoin Utility Report 2026 dari BVNK, tingkat kepemilikan stablecoin di negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai 60%, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang berada di angka 45%. Selain itu, sebanyak 56% pengguna berencana menambah kepemilikan stablecoin dalam 12 bulan ke depan.

Baca juga:  Promosi Wisata Indonesia di Romanian Tourism Fair Raup Transaksi Rp10 Miliar

Penggunaan stablecoin juga semakin meluas dalam aktivitas ekonomi nyata. Sekitar 35% pendapatan freelancer dan pelaku ekonomi digital kini diterima dalam bentuk stablecoin, sementara 73% pekerja lintas negara mengaku teknologi ini meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja secara global.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa kolaborasi dengan pemain global seperti Circle menjadi langkah penting dalam membangun fondasi ekosistem kripto yang lebih kuat di Indonesia.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat infrastruktur keuangan digital di Indonesia. Stablecoin tidak hanya berperan dalam aktivitas trading, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekosistem aset digital dan ekonomi digital,” ujar Calvin.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Lomba untuk Peringati Hari Santri Nasional di SDN 2 Boja

Dengan meningkatnya adopsi global dan dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia dinilai berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini. Kolaborasi antara Tokocrypto dan Circle diharapkan dapat menjadi katalis dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, efisien, dan terintegrasi dengan sistem global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri
Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran
KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:03 WIB

Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan

Senin, 20 April 2026 - 18:03 WIB

Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

Senin, 20 April 2026 - 18:03 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Berita Terbaru