Participatory AI Advertising adalah model periklanan baru yang muncul seiring berkembangnya generative AI, di mana brand, pengguna, platform, dan konsumen terhubung dalam ekosistem digital seperti media sosial dan marketplace tugas iklan; berbeda dari model tradisional yang banyak mengandalkan biaya produksi dan pembelian traffic, pendekatan ini memungkinkan brand mempublikasikan tugas, AI membantu proses produksi, pengguna membuat serta menyebarkan konten, lalu platform mengukur performa seperti views, clicks, pelanggan baru, dan penjualan sebelum memberikan reward sesuai hasil, sehingga pengguna tidak lagi hanya menjadi penonton iklan tetapi ikut menciptakan nilai, membangun kepercayaan, dan mendorong transaksi, dengan artikel mencatat potensi peningkatan brand favorability sekitar 50% dan purchase conversion sekitar 30%.
Jakarta, Indonesia, Agustus 2026 — Platform produksi konten AI Tigo resmi meluncurkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, sebuah sistem produksi berbasis artificial intelligence yang dirancang untuk membantu pembuatan serial short drama secara lebih cepat, terstandarisasi, dan dapat dijalankan dalam skala besar. Peluncuran ini menandai langkah baru Tigo dalam mengintegrasikan AI ke berbagai tahap produksi, mulai dari pengembangan naskah hingga proses pascaproduksi.
Dalam produksi short drama tradisional, satu proyek biasanya melibatkan penulis naskah, sutradara, aktor, tim kamera, pencahayaan, lokasi, editing, voice-over, serta operasional konten. Bagi usaha kecil dan menengah, content entrepreneur, maupun kreator individu, proses tersebut dapat menjadi hambatan karena membutuhkan biaya, waktu, dan tim yang besar. Melalui workflow berbasis AI, Tigo berupaya menyederhanakan proses tersebut ke dalam satu sistem produksi yang lebih terpadu.
Sistem Tigo mencakup AI Script Generation untuk menyusun kerangka cerita, hubungan antar-karakter, konflik utama, dan alur episode berdasarkan genre serta target audiens. AI Character Generation digunakan untuk membangun tampilan karakter dan menjaga konsistensi visual di berbagai shot dan episode. AI Scene Generation memungkinkan pembuatan beragam latar tanpa harus membangun set fisik dalam skala besar, sementara AI Video Generation membantu mengembangkan script menjadi rangkaian visual dinamis.
Selain itu, AI Voice-Over dan Dialogue digunakan untuk menghasilkan dialog dengan pilihan bahasa, karakter suara, dan emosi yang berbeda. Sistem juga mencakup AI Subtitle dan Post-Production untuk mengintegrasikan subtitle, basic editing, audio, dan visual. Dengan rangkaian tersebut, pekerjaan yang sebelumnya tersebar di banyak tim dapat digabungkan menjadi workflow produksi AI yang lebih efisien.
Menurut Tigo, konsep “100 Episode dalam 1 Hari” bukan hanya mengejar jumlah produksi. Model ini dibangun dengan logika membuat karakter dan world-building terlebih dahulu, menetapkan standar produksi, kemudian memperbesar skala. Dengan pendekatan tersebut, kreator dapat memproduksi, menguji, dan mengembangkan lebih banyak genre, karakter, serta arah cerita dalam waktu yang lebih singkat. Target kapasitas platform, dengan workflow yang telah distandarisasi, dapat mencapai 100 episode short drama dalam satu hari.
Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi perusahaan film dan televisi. Brand dapat memasukkan produk dan cerita merek ke dalam serial, sehingga promosi tidak lagi terbatas pada satu iklan tetapi dapat berkembang menjadi konten episodik. Bisnis lokal di sektor kuliner, kecantikan, pariwisata, dan pendidikan juga dapat menggunakan short drama sebagai bentuk pemasaran berbasis cerita. Sementara itu, kreator individu dapat memanfaatkan AI untuk membangun IP, mengembangkan akun serial, dan memproduksi konten tanpa harus memiliki tim shooting tradisional.
Indonesia dipandang Tigo sebagai pasar yang berpotensi penting bagi perkembangan AI short drama. Tingginya aktivitas media sosial serta semakin terhubungnya video pendek, live streaming, e-commerce, dan konten berbasis cerita menciptakan ruang bagi format produksi baru. Dalam konteks ini, AI short drama tidak hanya dilihat sebagai alternatif produksi yang lebih ringan, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur digital marketing yang memungkinkan brand membangun hubungan berkelanjutan dengan audiens melalui cerita.
Tigo menyatakan bahwa visinya bukan sekadar membangun tool video AI, melainkan ekosistem yang menghubungkan produksi konten, promosi bisnis, dan monetisasi. Platform juga terus meningkatkan konsistensi karakter AI, voice-over multibahasa, template short drama, product placement brand, dan kemampuan produksi massal.
Dengan peluncuran layanan ini, Tigo ingin memperluas akses terhadap kemampuan produksi yang sebelumnya lebih banyak dimiliki perusahaan konten profesional. Persaingan berikutnya, menurut platform, bukan hanya tentang siapa yang mampu membuat short drama, tetapi siapa yang dapat menciptakan cerita lebih cepat, menguji pasar dengan biaya lebih rendah, dan terus menghasilkan konten yang ingin diikuti audiens.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar