Jatengvox.com – Kabupaten Kendal menjadi salah satu lokasi pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) 22 UIN Walisongo Semarang.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini, mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Posko 204 melaksanakan program kerja pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta demonstrasi cara menggosok gigi yang baik dan benar di TK Mardi Putra Desa Sumbersari pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi kesehatan yang dikemas secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Melalui kegiatan bermain, bernyanyi, belajar bersama, serta praktik langsung, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya kesehatan gigi dan mulut.
Pengenalan PHBS kepada anak usia dini menjadi hal yang penting karena kebiasaan yang dibentuk sejak kecil dapat menjadi dasar bagi perilaku hidup sehat di kemudian hari.

Anak-anak tidak hanya perlu mengetahui pentingnya kebersihan, tetapi juga perlu dibiasakan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali sebelum anak-anak memasuki kelas. Para siswa bersama-sama melakukan peregangan ringan yang dipandu oleh mahasiswa KKN.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum memulai aktivitas sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh semangat.
Setelah memasuki kelas, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama dan pengucapan Pancasila.
Momen tersebut menjadi bagian dari pembiasaan positif sebelum memulai proses belajar.
Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan warming up untuk membangun antusiasme dan membuat suasana kelas menjadi lebih aktif.
Memasuki kegiatan utama, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada para siswa.

Materi yang diberikan disesuaikan dengan usia anak-anak sehingga disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, interaktif, dan mudah dipahami.
Salah satu fokus utama dalam pengenalan PHBS kali ini adalah menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
Anak-anak diajak mengenal fungsi gigi, pentingnya menjaga kebersihan gigi, serta kebiasaan-kebiasaan yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Mahasiswa KKN juga menjelaskan pentingnya menggosok gigi secara rutin. Anak-anak dikenalkan bahwa menjaga kesehatan gigi tidak cukup hanya dengan menggosok gigi sesekali, tetapi perlu dilakukan secara teratur dengan cara yang tepat.
Agar materi lebih mudah diterima oleh anak-anak, kegiatan edukasi kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu tentang menggosok gigi.
Dengan iringan lagu dan gerakan sederhana, anak-anak diajak untuk mengingat kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang menyenangkan.
Metode bernyanyi dipilih agar pesan kesehatan dapat lebih mudah diingat dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan semakin meriah ketika mahasiswa KKN mengajak para siswa bermain, bernyanyi, dan belajar bersama.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membuat anak-anak lebih aktif berinteraksi.
Melalui pendekatan tersebut, edukasi kesehatan diharapkan tidak terasa membosankan bagi para siswa.
Setelah mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, anak-anak kemudian diberikan waktu untuk beristirahat.
Waktu istirahat dimanfaatkan para siswa untuk melepas lelah sebelum kembali mengikuti kegiatan berikutnya.
Kegiatan utama kemudian ditutup dengan praktik menggosok gigi yang baik dan benar secara bersama-sama.
Mahasiswa KKN memberikan contoh secara langsung mengenai langkah-langkah menggosok gigi, kemudian anak-anak mengikuti gerakan tersebut dengan menggunakan sikat gigi masing-masing.
Dalam praktik tersebut, anak-anak diajak untuk memperhatikan cara memegang sikat gigi, membersihkan bagian depan dan belakang gigi, serta membersihkan permukaan gigi secara menyeluruh.
Demonstrasi dilakukan secara perlahan agar anak-anak dapat mengikuti setiap gerakan dengan mudah.
Praktik bersama ini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan kebiasaan yang telah dipelajari.
Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memahami bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu dilakukan setiap hari.
Program pengenalan PHBS dan demonstrasi sikat gigi di TK Mardi Putra Desa Sumbersari menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan mengenai kesehatan dapat dimulai sejak usia dini dengan pendekatan yang sederhana, kreatif, dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Posko 204 berharap anak-anak TK Mardi Putra dapat mulai membiasakan diri menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan gigi.
Kebiasaan sederhana seperti menggosok gigi dengan baik dan benar diharapkan dapat menjadi bagian dari rutinitas mereka di rumah maupun di sekolah.
Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran bahwa hidup sehat merupakan kebiasaan yang perlu dibangun sejak dini.
Dengan pengetahuan dan praktik yang diberikan, anak-anak Desa Sumbersari diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, serta penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran mahasiswa KKN di TK Mardi Putra juga diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa.
Melalui kegiatan belajar sambil bermain, bernyanyi, dan praktik secara langsung, pesan mengenai pentingnya kesehatan dapat tersampaikan dengan cara yang dekat dengan dunia anak-anak.
Penulis: Tim KKN MIT 22 UIN Walisongo Posko 204
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar