Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto Diresmikan di Semarang, Warisan Sejarah untuk Generasi Muda

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Hujan tipis yang turun di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (9/1/2026), tak mengurangi kekhidmatan peresmian Taman dan Monumen Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung meresmikan ruang publik bersejarah tersebut sebagai penanda jasa salah satu pejuang kemerdekaan asal Jawa Tengah.

Monumen berupa patung RM Bambang Soeprapto setinggi sekitar 10 meter itu berdiri kokoh di tengah taman seluas 70×24 meter.

Patung tersebut merupakan karya pematung Heru Joning Siswanto, sementara desain taman digarap oleh Seno Aditya dan M Danar Sasmito.

Kehadiran taman ini menambah ruang terbuka hijau sekaligus ruang refleksi sejarah di jantung Kota Semarang.

Berbeda dari banyak monumen publik lainnya, pembangunan Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto sepenuhnya menggunakan dana pribadi keluarga ahli waris.

Sementara itu, pengelolaan dan perawatan taman ke depan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang.

Baca juga:  Pelayanan Publik Jawa Tengah Tetap Normal Meski Aksi Demo Merebak, Sekda hingga Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Gangguan

Di dalam kawasan taman, pengunjung dapat menemukan sejumlah titik informasi yang mengisahkan perjalanan perjuangan RM Bambang Soeprapto.

Mulai dari peran beliau dalam masa perebutan kemerdekaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hingga kiprahnya dalam sejarah Satuan Brimob.

Perwakilan keluarga ahli waris, Haryono Eddyarto, menyampaikan bahwa monumen ini tidak semata-mata dibangun untuk mengenang sosok RM Bambang Soeprapto, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat luas.

“Bagi keluarga, ini adalah momen penting untuk mengenang sekaligus menghormati jasa seorang ayah, suami, dan kepala rumah tangga yang mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan bangsa,” ujar Haryono.

Ia menegaskan, taman dan monumen ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Semarang dan Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Haryono, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, berbudaya, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.

Baca juga:  Transportasi Investasi Jawa Tengah Jadi Prioritas, Angkutan Barang dan Orang Disebut Kunci Tarik Investor

Nilai-nilai itulah yang ingin dihadirkan melalui taman dan monumen ini.

“Semoga tempat ini menjadi ruang publik yang hidup, tempat belajar sejarah, menumbuhkan semangat persatuan, dan menanamkan nasionalisme,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Sentuhan edukatif yang dihadirkan dalam taman ini menjadikannya lebih dari sekadar ruang rekreasi.

Ia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, inisiatif pembangunan taman dan monumen ini bermula dari pertemuannya dengan keluarga ahli waris RM Bambang Soeprapto saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.

Gagasan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Satuan Brimob dan Pemerintah Kota Semarang untuk menentukan lokasi yang tepat.

“Alhamdulillah, akhirnya kita mendapatkan lokasi di Taman Gajahmungkur. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar satu tahun hingga akhirnya bisa diresmikan hari ini,” terang Luthfi.

Baca juga:  Pemprov Jateng Gaspol Serap APBD 2026, Pengadaan Diminta Disiapkan Lebih Awal

Ia menyebut, masyarakat Jawa Tengah patut berbangga memiliki monumen yang merekam sejarah perjuangan daerahnya.

Menurutnya, monumen semacam ini harus terus dijaga dan dilestarikan.

Ahmad Luthfi juga mengenang RM Bambang Soeprapto sebagai sosok pejuang yang gigih dan pantang menyerah.

RM Bambang Soeprapto dikenal sebagai Komisaris Polisi II sekaligus Ketua Polisi Istimewa, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Mobile Brigade atau Brimob.

Tak hanya itu, beliau juga tercatat ikut memimpin Pertempuran Lima Hari di Semarang, salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Monumen ini menjadi tetenger atau penanda bahwa di tempat ini, dan di kota ini, pernah terjadi peristiwa besar. Salah satunya dimotori oleh putra terbaik Jawa Tengah, RM Bambang Soeprapto,” jelas Luthfi.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi
Diskomdigi Jateng Gandeng FISIP Undip, Kolaborasi Kampus–Pemprov Diperkuat untuk Gaungkan Pembangunan Daerah
12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang
Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH
PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun
KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:08 WIB

Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:06 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:20 WIB

Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:05 WIB

Diskomdigi Jateng Gandeng FISIP Undip, Kolaborasi Kampus–Pemprov Diperkuat untuk Gaungkan Pembangunan Daerah

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:00 WIB

12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang

Berita Terbaru