Sentimen Global Topang Emas, Target Kenaikan Hingga 5.045 Terbuka

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (20/4) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, meski pasar sempat dibuka dengan tekanan yang memicu terbentuknya gap down. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai kondisi tersebut belum mengubah arah tren utama, mengingat struktur pergerakan emas secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat.

Dalam analisisnya, pembukaan harga yang sempat turun dan membentuk gap dinilai lebih sebagai respons jangka pendek terhadap dinamika pasar, bukan sinyal pembalikan arah. Bahkan, kondisi ini justru membuka peluang terjadinya penutupan gap, yang dalam banyak kasus menjadi bagian dari pergerakan harga sebelum kembali mengikuti tren utamanya.

Menurut Geraldo Kofit, terbentuknya swing low pada timeframe yang lebih kecil menjadi salah satu indikasi bahwa harga mulai menemukan pijakan untuk kembali bergerak naik. Kondisi ini memperkuat peluang bahwa area gap yang terbentuk sebelumnya dapat tertutup, sekaligus menjadi landasan bagi harga untuk melanjutkan penguatan.

Secara teknikal, tren bullish emas dinilai masih solid karena harga tetap bergerak di atas area support dinamis yang dibentuk oleh Moving Average 21 dan 34. Bertahannya harga di atas area tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar dan belum ada sinyal pelemahan yang cukup kuat untuk mengubah struktur tren.

Dalam proyeksi jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi menguji level resistance di kisaran 4.892. Area ini dipandang sebagai level penting yang dapat menjadi penentu arah pergerakan berikutnya. Jika harga mampu menembus level tersebut dengan kuat, maka peluang kenaikan menuju target berikutnya di 5.045 semakin terbuka.

Level 5.045 dipandang sebagai area resistance lanjutan yang juga memiliki arti penting secara psikologis. Jika tercapai, level ini berpotensi menjadi acuan baru bagi pasar dalam mengukur kekuatan tren emas ke depan.

Baca juga:  Malaysia Siapkan Aturan Baru! Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bisa Lagi Punya Akun Medsos Mulai 2026

Dari sisi fundamental, prospek kenaikan harga emas juga masih ditopang oleh sentimen global yang mendukung. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi. Dalam situasi pasar yang cenderung fluktuatif, investor masih melihat emas sebagai salah satu instrumen yang mampu menjaga nilai aset.

Selain itu, ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor yang menopang pergerakan emas. Pasar mulai melihat peluang bahwa Federal Reserve akan mengambil kebijakan yang lebih longgar, termasuk kemungkinan menahan kenaikan suku bunga atau bahkan membuka ruang penurunan suku bunga ke depan.

Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia ini umumnya lebih menarik ketika suku bunga rendah. Di saat yang sama, potensi pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan terhadap harga emas. Dengan hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, tekanan pada dolar cenderung membuka ruang penguatan bagi logam mulia.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Kenalkan Pembelajaran Coding SD di SDN 01 Watuagung untuk Asah Logika Siswa

Faktor lain yang turut diperhatikan adalah proses rebalancing posisi pelaku pasar serta aliran likuiditas pasca pembukaan pasar. Kondisi ini kerap menjadi pemicu percepatan penutupan gap dan dapat membantu harga kembali bergerak sejalan dengan tren utama yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa prospek harga emas masih cenderung positif meskipun sempat dibuka dengan gap down. Selama harga bertahan di atas area support utama, peluang kenaikan dinilai masih terbuka, dengan target jangka pendek di 4.892 dan potensi lanjutan menuju 5.045.

Pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan sentimen global serta level-level penting yang menjadi acuan pergerakan harga. Dengan volatilitas yang masih tinggi, pendekatan yang disiplin dan terukur dinilai menjadi kunci dalam merespons dinamika pasar emas saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komentar ditutup.

Berita Terkait

MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional
Apakah Emas Selalu Naik saat Krisis? Fakta untuk Investor
Apa Itu B2B Tech Asia 2026? Pameran Teknologi Jakarta untuk Transformasi Digital Bisnis
Fatmawati City Center: Pilihan Hunian Modern 3 Lantai di Kawasan Strategis Jakarta Selatan
Pengalaman Internship Internasional Mahasiswa Business Hotel Management BINUS @Bekasi dalam Pengembangan Kompetensi Global
Di Tengah Ketidakpastian Global, SawitPRO Hadir Mempermudah Petani Mendapatkan Pupuk Sawit dan Benih Unggul
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
Program TJSL Khitan Massal Desa Ring 1 PLN Indonesia Power UBP Jatigede Tahun 2026

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:03 WIB

MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

Senin, 20 April 2026 - 11:03 WIB

Apakah Emas Selalu Naik saat Krisis? Fakta untuk Investor

Senin, 20 April 2026 - 11:03 WIB

Apa Itu B2B Tech Asia 2026? Pameran Teknologi Jakarta untuk Transformasi Digital Bisnis

Senin, 20 April 2026 - 10:03 WIB

Fatmawati City Center: Pilihan Hunian Modern 3 Lantai di Kawasan Strategis Jakarta Selatan

Senin, 20 April 2026 - 10:03 WIB

Sentimen Global Topang Emas, Target Kenaikan Hingga 5.045 Terbuka

Berita Terbaru