Sekolah Rakyat Inklusif, Mensos Tegaskan Tak Ada Diskriminasi bagi Murid Disabilitas

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang belajar yang inklusif bagi seluruh anak Indonesia, tanpa kecuali, termasuk penyandang disabilitas.

Konsep pendidikan ini digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya menghadirkan sekolah berasrama yang bebas diskriminasi, kekerasan, dan intoleransi.

Penegasan itu disampaikan Mensos yang akrab disapa Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatra Utara, Sabtu, 31 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadirannya disambut antusias para siswa melalui yel-yel, sebelum ia berdialog singkat dengan Fahry Adris, komandan barisan siswa.

Baca juga:  KKN UPGRIS Bersama Karang Taruna Sukseskan Kegiatan Merti Dusun Ngempon

Usai berdialog, Gus Ipul memberikan motivasi kepada para siswa. Ia bahkan memeluk Fahry sembari menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara murid reguler dan murid penyandang disabilitas di Sekolah Rakyat.

“Di sini inklusif, tidak dibeda-bedakan. Semua belajar bersama,” ujar Gus Ipul, sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Sosial.

Di SRMP 1 Deli Serdang, terdapat seorang siswi penyandang disabilitas dengan kondisi down syndrome. Gus Ipul menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunggulan masing-masing, yang harus ditemukan dan dikembangkan oleh para pendidik.

“Anak ini pasti punya kelebihan. Tugas guru adalah memperkuat keistimewaan itu,” katanya.

Baca juga:  Target Produksi Beras 2026 Dipatok 34,77 Juta Ton, Pemerintah Fokus Perkuat Kedaulatan Pangan

Menurut Gus Ipul, pendidikan inklusif bukan hanya soal menerima perbedaan, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan ruang untuk tumbuh sesuai kemampuannya.

Selain aspek inklusivitas, Mensos juga mengapresiasi praktik toleransi beragama yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa sekolah ini harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa adanya perundungan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Pendidikan kerukunan harus ditanamkan sejak dini. Tidak boleh ada perundungan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual,” tegasnya.

Gus Ipul menilai, nilai toleransi dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang berkarakter dan berempati.

Baca juga:  Wamenkomdigi Soroti Fenomena Zero Click, Tantangan Baru bagi Keberlanjutan Pers

Komitmen Sekolah Rakyat sebagai sekolah inklusif juga mendapat apresiasi dari Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Jonna Damanik. Ia menilai model pembelajaran yang diterapkan mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa.

Sekolah Rakyat, menurut Jonna, menerapkan konsep Multi Entry Multi Exit, yakni sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa masuk dan menyelesaikan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, serta kecepatan belajar masing-masing.

“Sekolah Rakyat inklusif bagi penyandang disabilitas. Model ini memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang dengan caranya sendiri,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru