Jatengvox.com – Program revitalisasi pendidikan nasional yang digulirkan pemerintah menunjukkan progres signifikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut, hingga awal Januari 2026, realisasi program tersebut telah melampaui angka 85 persen.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan dapat tuntas pada awal tahun 2026.
Capaian ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam penyediaan sarana prasarana yang layak dan mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.
Abdul Mu’ti menjelaskan, revitalisasi pendidikan bukan sekadar perbaikan fisik sekolah, melainkan fondasi jangka panjang untuk memperbaiki ekosistem pendidikan nasional.
Program ini menyasar ribuan satuan pendidikan di berbagai jenjang, dengan dukungan anggaran yang tidak kecil.
“Untuk program revitalisasi secara nasional, dengan anggaran Rp16,9 triliun, kita memberikan dukungan revitalisasi. Termasuk juga pembangunan unit sekolah baru untuk 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Mu’ti saat peresmian sekolah penerima bantuan revitalisasi di SMKN 7 Medan, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, pembangunan unit sekolah baru menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan ruang belajar, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan peserta didik yang tinggi.
Tak hanya fokus pada bangunan fisik, pemerintah juga mendorong transformasi pembelajaran melalui digitalisasi sekolah.
Salah satu langkah konkretnya adalah distribusi panel interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke ratusan ribu satuan pendidikan.
“Untuk tahun 2025, dibagikan lebih dari 288 ribu satuan pendidikan, tepatnya 288.865, di seluruh Indonesia,” kata Mu’ti.
Digitalisasi ini diharapkan mampu mengubah metode pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, sekaligus memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Di tingkat daerah, Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi dengan cakupan revitalisasi cukup besar.
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lebih dari Rp852 miliar untuk hampir 900 satuan pendidikan lintas jenjang di wilayah tersebut.
Rinciannya meliputi 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 Sekolah Luar Biasa (SLB), serta 5 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Mu’ti menyebut sebagian besar sekolah di Sumatra Utara telah memasuki tahap akhir pembangunan.
“Yang sudah terealisasi di bawah 95 persen ada 431 satuan pendidikan, sementara 349 satuan pendidikan telah rampung sepenuhnya,” ujarnya.
Program digitalisasi pendidikan di Sumatra Utara juga menunjukkan progres menggembirakan.
Sebanyak 17.073 papan interaktif digital telah terdistribusi ke sekolah-sekolah, dengan sisa pengiriman hanya delapan unit.
Capaian ini menempatkan Sumatra Utara sebagai salah satu daerah dengan implementasi digitalisasi pendidikan yang hampir sepenuhnya selesai, sekaligus membuka peluang peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Gubernur Sumatra Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan di daerahnya sejalan dengan program pemerintah pusat.
Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan Sumatra Utara dalam lima tahun ke depan.
“Dari lima program prioritas yang ada di Sumatra Utara, bidang pendidikan menjadi salah satunya,” kata Bobby.
Ia menilai sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar revitalisasi pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas sumber daya manusia.
Editor : Murni A













