Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Bencana tanah gerak yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah memaksa ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka. Hingga kini, tercatat sekitar 900 rumah rusak dan masuk daftar relokasi, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tegal.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun bergerak cepat mempercepat proses pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman.

Langkah ini diambil bukan sekadar respons administratif, melainkan sebagai upaya nyata menyelamatkan keselamatan warga di tengah curah hujan yang masih tinggi dan potensi bencana susulan yang mengintai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa relokasi korban tanah gerak menjadi prioritas utama. Dari total 900 rumah terdampak, sebanyak 800 rumah berada di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN 13 UPGRIS Kenalkan Inovasi Lilin Aromaterapi dari Limbah Rumah Tangga

Selain Tegal, terdapat 50 rumah terdampak di Purbalingga, 30 rumah di Pemalang, dan 20 rumah di Batang yang juga masuk dalam skema relokasi.

“Lahan sudah didapat di wilayah Perhutani dan sudah dicek aman,” ujar Luthfi di Semarang, Rabu (11/2/2026).

Penentuan lahan relokasi menjadi tahapan krusial. Pemerintah memastikan lokasi baru benar-benar aman dari potensi pergerakan tanah, sekaligus layak untuk ditinggali dalam jangka panjang.

Relokasi bukan hanya soal memindahkan bangunan, melainkan memindahkan kehidupan.

Karena itu, Pemprov Jateng tak hanya fokus pada aspek keamanan lahan, tetapi juga memperhatikan akses pendidikan anak-anak serta keberlanjutan mata pencaharian warga.

Baca juga:  Ubah Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap Cangkang Telur Jadi Pupuk Organik Cair

Banyak warga yang masih bertahan di lokasi lama bukan karena tak memahami risiko, melainkan karena kekhawatiran kehilangan pekerjaan, lahan garapan, atau harta benda yang ditinggalkan.

Untuk itu, pemerintah menggandeng unsur TNI dan Polri guna membantu proses edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Pemerintah kabupaten juga diminta aktif mendampingi dan membangun komunikasi intensif agar warga bersedia pindah ke hunian sementara (Huntara).

Pendekatan ini penting agar relokasi tidak menimbulkan persoalan sosial baru di kemudian hari.

Di sisi lain, Gubernur Luthfi meminta Dinas Sosial melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh warga terdampak. Bukan hanya nama dan alamat, tetapi juga jenis pekerjaan serta aset yang dimiliki.

Baca juga:  Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Semarang ke Kuala Lumpur Resmi Dibuka Lagi, 8.553 Tiket AirAsia Ludes dalam Hitungan Hari

Pendataan detail ini bertujuan memastikan tidak ada warga yang tercecer dalam proses relokasi maupun bantuan lanjutan.

Pemerintah ingin memastikan hak-hak warga tetap terlindungi selama masa transisi.

Sementara ini, warga terdampak di Kabupaten Tegal masih berada di pengungsian. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi, mulai dari pangan hingga layanan kesehatan.

“Ada dapur umum dan posko kesehatan. Kebutuhan dipastikan tercukupi. Jika ada kekurangan, segera laporkan. Pangan dan kesehatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru