PURAGRAPH VOL. I: MENGHUBUNGKAN WARISAN SEJARAH DAN GENERASI MUDA MELALUI SILUET ARSITEKTUR HERITAGE BELANDA

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 10 April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan budaya, flora, dan fauna alam Indonesia, kini hadir sebuah evolusi baru di bawah naungan jenama Puragraph. Dengan napas dan misi pelestarian yang sama, Puragraph menerjemahkan nilai historis warisan Nusantara dengan cara yang sama sekali berbeda: mengadaptasi kemegahan siluet bangunan heritage dan arsitektur peninggalan kolonial Belanda di Indonesia ke dalam bentuk kemeja dekonstruktif (deconstructed shirts) yang modern.

Menahkodai visi baru ini adalah Maritza Putri (25 tahun), generasi penerus kedua dari Purana yang kini mengambil peran sebagai Lead Designer Puragraph. Mewakili suara Gen Z, arahan kreatif Putri membawa sebuah misi dan harapan besar: agar DNA pelestarian budaya Purana dapat terus diteruskan, dihargai, dan dicintai oleh generasi muda. Lahir dan dibesarkan di Solo—kota yang sarat akan sejarah—Putri sejak kecil terbiasa hidup berdampingan dengan megahnya arsitektur Indische peninggalan kolonial Belanda, mulai dari Benteng Vastenburg hingga Loji Gandrung. Rekaman memori visual dari masa kecilnya inilah yang kemudian ia tuangkan ke dalam koleksi perdananya.

Baca juga:  Dari Pabrik ke Ramuan Tradisional: Bu Jumiyatun Rawat Warisan Jamu Selama Dua Dekade

Sebagai koleksi perdananya, Puragraph Vol. I hadir mendobrak pakem dengan palet warna yang sangat esensial dan minimalis, yakni hanya menggunakan warna dasar hitam dan putih. Pendekatan monokromatik ini dipilih untuk menonjolkan kekuatan struktur, garis batas, dan konstruksi busana yang terinspirasi langsung dari bentuk-bentuk arsitektur Indische dan Art Deco bersejarah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merayakan Hari Kartini, koleksi Puragraph Vol. I juga membawa napas emansipasi melalui rancangannya. Koleksi kemeja oversized dan dekonstruktif ini secara sadar mendobrak pakem busana heritage yang konvensional, menawarkan kebebasan bergerak tanpa batas bagi para perempuan modern. Siluetnya yang asimetris dan tegas merepresentasikan karakter perempuan masa kini yang mandiri, kuat, dan berani tampil beda.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Pelatihan Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah di Desa Johorejo

“Sebagai desainer dari Gen Z yang tumbuh di Solo, saya terbiasa melihat keindahan bangunan-bangunan heritage kolonial di sekitar saya. Melalui Puragraph, saya ingin merayakan semangat Kartini modern—perempuan yang berani mendobrak batas dan menciptakan sejarahnya sendiri,” ungkap Maritza Putri, Lead Designer Puragraph. “Puragraph Vol. I adalah sebuah kanvas yang mengeksplorasi gagasan tentang struktur dan kebebasan. Kami menerjemahkan pilar-pilar kokoh peninggalan masa lalu menjadi busana yang memberikan ruang bagi pemakainya untuk bergerak bebas dan mandiri.”

Melalui Puragraph Vol. I, elemen-elemen arsitektural yang megah dari masa lalu—seperti garis fasad geometris, pilar tinggi, dan jendela louver (jalusi)—dijahit kembali menjadi karya busana bersiluet longgar, asimetris, dan berstruktur unik. Pendekatan dekonstruktif ini menghadirkan pernyataan mode (fashion statement) yang cerdas dan modern, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan anak muda dengan sejarahnya.

Baca juga:  Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idulfitri 2026: Pemulihan Jaringan Makin Cepat 60% di Periode Puncak, Gangguan Turun 20%

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia
LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan
MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan
Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya
School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri
Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula
Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:04 WIB

Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:04 WIB

LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 08:03 WIB

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Berita Terbaru

Berita

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:03 WIB