Jatengvox.com – Dalam rangka mendukung tema besar “Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Desa Berbasis Kearifan Lokal Waduk Cengklik untuk Mendukung Literasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Sobokerto Boyolali”, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU-07 Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Salah satu program kerja tersebut adalah kegiatan storytelling dan reading time bagi anak usia dini, yang dilaksanakan sebagai bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan (Soshum) dengan sasaran menumbuhkan minat baca sejak dini sekaligus mendukung SDGs poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (21–22/07/2026), bertempat di TK Bakti Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Program ini terbagi menjadi dua kegiatan yang saling melengkapi.
Sebagian anggota tim bertugas menata dan mengelola Pojok Baca Anak, memastikan koleksi buku tersusun rapi dan jam baca berjalan terjadwal.
Sebagian lainnya, termasuk penulis, berperan sebagai fasilitator storytelling yang memandu anak-anak mendengarkan cerita sekaligus mengajak mereka berinteraksi selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan diawali dengan tahap riset tema baca yang dilakukan oleh rekan satu tim, guna memahami kebiasaan membaca, rentang fokus, serta jenis cerita yang paling disukai anak-anak di TK Bakti Sobokerto.
Hasil riset tersebut kemudian menjadi dasar bagi penulis dalam menentukan tema bacaan yang digunakan pada sesi 21 dan 22 Juli 2026.
Proses penentuan tema dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari anak, tingkat kesulitan bahasa, hingga durasi penyampaian agar sesuai dengan rentang konsentrasi anak usia TK.
Cerita-cerita yang dekat dengan kearifan lokal, seperti tokoh hewan yang familier atau kisah sederhana dari lingkungan sekitar, dipilih agar anak lebih mudah terhubung secara emosional dengan cerita yang dibacakan.
Setiap tema yang telah ditentukan kemudian diuji langsung di lapangan pada kedua hari tersebut. Respons anak — mulai dari seberapa lama mereka bertahan fokus, seberapa aktif mereka menjawab pertanyaan, hingga apakah mereka tertarik membuka buku secara mandiri setelah sesi selesai — menjadi bahan evaluasi bagi penulis dalam menentukan tema pada sesi berikutnya.
Pelaksanaan kegiatan ini menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan waktu akibat tumpang tindih dengan agenda program kerja KKN lainnya, serta perlunya penyesuaian tema secara cepat apabila respons anak terhadap tema tertentu tidak sesuai perkiraan awal.
Untuk mengatasi kendala tersebut, penentuan tema dilakukan secara bertahap dan fleksibel, dengan tetap mengacu pada hasil riset tema baca sebagai acuan utama.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan dua sesi storytelling dengan tema bacaan yang telah disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak TK Bakti Sobokerto.
Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan minat baca sejak dini, sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Ilmu Perpustakaan dalam mendukung program literasi masyarakat Desa Sobokerto.
Setelah kegiatan berlangsung, pihak sekolah turut menyampaikan tanggapan melalui surat tertulis mengenai manfaat kegiatan bercerita dengan gambar bagi anak-anak.
“Kegiatan bersama bercerita dengan gambar/melihat sebuah cerita di media/televisi mempunyai manfaat yang banyak bagi anak:
1. Meningkatkan kemampuan berbahasa, menstimulasi imajinasi dan kreativitas, serta menumbuhkan empati dan nilai moral.
2. Meningkatkan minat baca, menstimulasi kognitif, mengembangkan kemampuan sosial dan emosional.
3. Meningkatkan rasa ingin tahu yang tinggi, bisa mengolah alur cerita, dan bisa menceritakan kembali sebuah cerita sehingga mempunyai keterampilan komunikasi yang lebih baik.
Dari kegiatan kemarin, anak-anak merasa senang dan bangga dengan kakak-kakak. Mudah-mudahan ilmu dari pengalaman kegiatan pembelajaran juga bermanfaat bagi kakak-kakak semua.”
Ibu Trining Tunggal .W, Kepala TK Bakti Sobokerto, melalui surat tanggapan
Tanggapan tersebut menjadi bentuk konfirmasi bahwa penentuan tema bacaan yang disesuaikan dengan karakteristik anak turut berperan dalam membangun antusiasme dan pengalaman belajar yang positif selama kegiatan storytelling dan reading time berlangsung.
Penulis: Alif Faturrohman, Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar