Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap Korban Bencana di Sumatra

waktu baca 2 menit
Jumat, 26 Des 2025 12:51 11 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah pusat memastikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra terus berjalan.

Upaya ini dilakukan agar warga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera menempati hunian yang aman dan layak.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers Penanganan Banjir dan Longsor Sumatra di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, pembangunan hunian bagi korban bencana sudah dimulai di sejumlah daerah dan akan terus dipercepat.

Pratikno menjelaskan, pembangunan hunian sementara di Sumatra Barat telah berjalan di enam kabupaten dan kota.

Sementara di Sumatra Utara, proses serupa berlangsung di tiga kabupaten/kota dan masih berpotensi bertambah seiring dengan pendataan dampak bencana.

Baca juga:  Mahasiswi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Universitas Diponegoro

Adapun di Aceh, pembangunan huntara baru dimulai di satu kabupaten. Daerah lainnya masih berada dalam tahap persiapan, terutama terkait penyediaan lahan.

“Salah satu tantangan utama percepatan pembangunan ini adalah penyiapan lahan. Karena itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret,” ujar Pratikno.

Untuk mempercepat pembangunan hunian, pemerintah mengandalkan kolaborasi lintas sektor.

Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan.

Menurut Pratikno, pendekatan kolaboratif ini tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dalam penanganan pascabencana.

Baca juga:  BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

“Semua pihak bahu-membahu agar masyarakat terdampak bisa segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak,” katanya.

Selain huntara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang harus direlokasi dari kawasan rawan bencana. Hunian tetap ini mencakup rumah relokasi maupun hunian mandiri yang dibangun di atas lahan milik warga terdampak.

“Persiapan hunian tetap terus kami lakukan, baik untuk relokasi maupun hunian mandiri. Targetnya, masyarakat bisa segera tinggal dengan aman dan berkelanjutan,” tutur Pratikno.

Di sisi lain, BNPB menilai operasi modifikasi cuaca yang dilakukan di wilayah Sumatra cukup efektif menekan intensitas curah hujan.

Baca juga:  Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut operasi tersebut telah dilaksanakan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Hasilnya, dalam sebulan terakhir tercatat lebih banyak hari tanpa hujan dibandingkan hari hujan.

Meski demikian, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa titik dan sempat memicu banjir susulan, salah satunya di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA