Jatengvox.com – Setiap santri tentu memiliki cerita, perasaan, maupun permasalahan yang tidak selalu mudah untuk disampaikan secara langsung. Terlebih bagi santri yang tinggal di lingkungan asrama dan harus menjalani kehidupan jauh dari keluarga.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa Praktik Pengalaman Profesi (PPP) UIN Walisongo Semarang yang bertugas di bidang Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Sabilurrasyad menghadirkan program Kotak Curhat sebagai salah satu media bagi santri untuk menyampaikan apa yang sedang mereka rasakan.
Program Kotak Curhat mulai diterapkan pada minggu ke-4 pelaksanaan PPP dan diawali di kelas 7. Kegiatan ini menjadi bagian dari layanan BK yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPP bersama pihak BK SMP Sabilurrasyad.

Melalui program ini, santri diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai cerita, keluhan, maupun permasalahan yang mungkin sulit mereka ungkapkan ketika berhadapan secara langsung dengan guru atau mahasiswa BK.
Kotak Curhat dilaksanakan secara rutin dalam setiap pembelajaran BK. Setelah mahasiswa menyampaikan materi atau memberikan layanan bimbingan klasikal, santri diberikan kesempatan untuk menuliskan curhatan pada lembar yang telah disediakan.
Setiap santri mendapatkan kertas bertajuk “Curhat Yuk” yang berisi kolom identitas dan ruang untuk menuliskan cerita atau hal yang ingin disampaikan kepada pihak BK.
Santri dapat menuliskan berbagai hal yang sedang mereka alami, baik yang berkaitan dengan pertemanan, keluarga, kegiatan belajar, kehidupan di asrama, maupun persoalan pribadi lainnya.
Tidak ada kewajiban bagi santri untuk menceritakan masalah secara langsung di depan kelas. Dengan adanya media tertulis ini, santri yang merasa malu, kurang nyaman, atau belum siap berbicara secara langsung tetap memiliki kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan.
Setelah seluruh santri selesai menuliskan curhatannya, mahasiswa PPP berkeliling membawa Kotak Curhat untuk mengumpulkan kertas dari masing-masing santri.
Pengumpulan dilakukan secara langsung dari setiap bangku agar santri dapat memasukkan suratnya dengan lebih nyaman dan tidak merasa menjadi pusat perhatian.
Isi setiap curhatan juga dijaga kerahasiaannya sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi santri dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi

Kotak Curhat tidak hanya menjadi tempat untuk menampung tulisan santri, tetapi juga menjadi salah satu cara bagi pihak BK untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan santri yang mungkin belum terlihat dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Melalui mekanisme tersebut, setiap curhatan yang masuk tidak berhenti hanya sebagai tulisan. Kertas yang dikumpulkan menjadi salah satu sumber informasi bagi pihak BK dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada santri.
Hal ini juga memungkinkan pihak BK untuk menjangkau santri yang mungkin tidak memiliki keberanian untuk datang dan menceritakan permasalahannya secara langsung.
Program Kotak Curhat diharapkan dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi santri untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Permasalahan tersebut dapat berupa kesulitan dalam berteman, rasa rindu kepada keluarga, masalah dalam belajar, kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama, maupun persoalan pribadi lainnya.
Melalui tulisan sederhana, santri diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang selama ini mungkin mereka pendam sendiri.
Bagi mahasiswa PPP, pelaksanaan Kotak Curhat juga menjadi salah satu bentuk praktik nyata dalam memberikan layanan Bimbingan dan Konseling di lingkungan sekolah.
Mahasiswa tidak hanya memberikan materi BK di dalam kelas, tetapi juga belajar memahami kondisi santri melalui cerita yang mereka sampaikan.
Sementara itu, bagi pihak BK SMP Sabilurrasyad, kumpulan curhatan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami santri serta menentukan bentuk layanan yang sesuai.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar