Menkeu Purbaya Curiga Arus Masuk Baju Bekas Ilegal Didominasi Kiriman dari China

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Isu impor pakaian bekas kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dugaan kuat bahwa mayoritas baju bekas ilegal yang masuk ke Indonesia berasal dari China.

Menurutnya, sebagian pakaian yang dibongkar dari balpres memiliki ciri yang mengarah pada asal negara tersebut.

Dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/11/2025), Purbaya menegaskan bahwa arus pakaian bekas yang belakangan ramai diperjualbelikan bukan berasal dari negara tetangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemungkinan besar China dan negara maju. Tapi kalau yang bekas-bekas baru itu dari China, saya duga,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Lakukan Penataan Taman hingga Pembuatan Biopori di Taman Balai Desa Margosari

Purbaya menyampaikan bahwa ia tidak melihat indikasi kuat pakaian bekas tersebut berasal dari Singapura atau Malaysia. “Jadi kalau dari Singapura sepertinya enggak, Malaysia juga enggak,” kata dia.

Selama ini, kedua negara tersebut kerap disebut karena menjadi jalur perdagangan berbagai barang, namun Purbaya memastikan fakta di lapangan tidak mengarah ke sana.

Menurutnya, karakteristik barang, pola pengiriman, hingga penemuan balpres menunjukkan sumber yang berbeda.

Menkeu juga mengakui masih lamban dalam memberikan label “hitam” terhadap para importir pakaian bekas ilegal.

Untuk memperketat pengawasan, ia memerintahkan Bea Cukai untuk mendatangi para pelaku yang masih nekat bermain di bisnis ini.

Baca juga:  Kota Semarang Luncurkan Program Keluarga Cemara untuk Tekan Angka Stunting

“Terus yang petantang-petenteng di TV, yang mendukung itu (impor pakaian bekas) mulai didatangi ya. Bea Cukai datang ke sana ke orangnya, biar kapok,” tegasnya.

Purbaya menyebutkan bahwa tindakan tersebut penting dilakukan karena proses pemasukan barang ini jelas melanggar aturan.

Dalam regulasi nasional, impor pakaian bekas dilarang karena berpotensi membawa risiko kesehatan, mengganggu industri tekstil lokal, serta memicu ketidakadilan.

Lebih jauh, Purbaya menegaskan bahwa Kemenkeu akan terus mengawasi pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama baju bekas ilegal.

Menurutnya, anggapan bahwa semua barang selundupan masuk melalui pelabuhan tikus tidak sepenuhnya benar.

Baca juga:  Pelajaran Investasi dari Tokoh Besar di Dunia Keuangan

Ia mengungkapkan hasil pengecekan di kawasan pantai timur Sumatera—yang kerap disebut menjadi jalur masuk barang selundupan—justru menunjukkan bahwa akses masuk barang tersebut tidak mudah.

“Masuknya susah, ngambilnya juga susah. Enggak mungkin harganya murah. Jadi, dugaan saya memang di pelabuhan-pelabuhan besar. Hanya saja mereka main-main. Kalau saya datang, mereka kabur,” katanya.

Pengawasan ini disebut akan terus diperkuat dengan patroli darat dan laut, serta koordinasi antarlembaga agar pengiriman dalam jumlah besar dapat dicegah sejak awal.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru