Mendagri Minta Daerah Siaga Penuh Hadapi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Longsor

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang mulai meningkat memasuki puncak musim hujan.

Ia menegaskan bahwa kesiapan di tingkat daerah menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana, terutama longsor dan banjir yang kerap terjadi di wilayah rawan.

Tito menyampaikan bahwa ia menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara. Arahan tersebut menitikberatkan pada langkah antisipatif sebelum cuaca memburuk.

“Kesiapan daerah harus sudah maksimal sebelum kondisi ekstrem benar-benar terjadi,” ujarnya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Posko 30 Desa Tamanrejo Kunjungi DD Farm: Belajar Manajemen 1.200 Domba Berbasis Zakat Produktif

Dalam keterangannya, Tito menyoroti kejadian longsor di Banjarnegara dan Cilacap yang baru-baru ini terjadi.

Insiden tersebut dinilai sebagai alarm dini bahwa potensi bencana serupa bisa muncul di wilayah lain, khususnya daerah perbukitan dan kawasan rawan erosi.

Pemerintah pusat, kata Tito, kini memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Ia telah berkomunikasi dengan Kepala BMKG dan Menko PMK Pratikno untuk memperdalam analisis cuaca serta mengidentifikasi risiko bencana secara lebih presisi.

“Upaya terpadu ini penting agar kita bisa mengurangi dampaknya sejak awal,” tuturnya.

BMKG sendiri melaporkan bahwa curah hujan di wilayah selatan Jawa berada pada kategori tinggi dalam beberapa pekan mendatang.

Baca juga:  Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Beri Insentif Pajak untuk Ojol dan Angkutan Sewa Khusus

Kondisi ini membuat mitigasi menjadi semakin mendesak, mengingat sebagian titik rawan longsor berada di kawasan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri saat ini tengah mengoordinasikan proses inventarisasi titik rawan longsor secara menyeluruh bersama pemerintah daerah.

Tito meminta agar pemda tidak menunggu bencana datang, tetapi segera menyiapkan langkah pencegahan sesuai karakter risiko masing-masing daerah.

Ia juga menekankan pentingnya rencana relokasi bagi warga yang tinggal di zona merah. Menurutnya, relokasi bukan hanya keputusan jangka pendek, tetapi upaya perlindungan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Baca juga:  Pengajian Sabtu Wage dan Santunan Anak Yatim Piatu IPHI Kecamatan Bancak-Bringin Libatkan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 86

“Aksi pencegahan itu penting. Jangan menunggu kejadian besar baru bergerak,” kata Tito.

Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Mendagri menginstruksikan kepala daerah menggelar apel kesiapsiagaan terpadu yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Apel tersebut diharapkan menjadi momentum koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam respons bencana.

Dalam waktu dekat, Tito juga akan memimpin rapat virtual dengan seluruh kepala daerah bersama BMKG.

Dalam rapat tersebut, BMKG dijadwalkan memaparkan perkembangan cuaca serta pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan untuk membantu mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah tertentu.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PBB Ingatkan Krisis Gaza Masih Berat Meski Fase Kedua Gencatan Senjata Dimulai
Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:02 WIB

PBB Ingatkan Krisis Gaza Masih Berat Meski Fase Kedua Gencatan Senjata Dimulai

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:35 WIB

RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Berita Terbaru