Mahasiswa KKN UPGRIS Semarakkan EXPO di RTH Bergas Lor, Tampilkan Produk Lokal dan Budaya

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Suasana meriah menyelimuti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, saat EXPO KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) digelar pada 12 Oktober 2025.

Kegiatan bertajuk “UPGRIS Mengabdi” ini menjadi puncak pelaksanaan KKN Tematik yang diikuti mahasiswa dari berbagai desa di Kecamatan Bergas.

EXPO tersebut menampilkan beragam hasil karya, inovasi, dan program kerja mahasiswa selama masa pengabdian di masyarakat.

Selain menjadi ajang pamer hasil kerja lapangan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara mahasiswa, dosen pembimbing, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Acara dibuka dengan senam sehat bersama yang dipandu instruktur profesional. Warga dan mahasiswa tampak antusias mengikuti gerakan energik di bawah sinar matahari pagi.

Kemeriahan berlanjut dengan penampilan kesenian Reog yang memukau penonton, disusul lomba tari tradisional dan modern yang menambah semangat dan keceriaan acara.

Baca juga:  Pemerintah Dukung Inisiatif Lembaga HAM Bentuk Tim Independen Usut Demo Agustus 2025

Sebanyak 12 kelompok mahasiswa KKN menampilkan stan bertema beragam, mulai dari inovasi lingkungan, literasi digital, kewirausahaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dari seluruh peserta, kelompok Desa Gondoriyo menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

Mahasiswa Gondoriyo menampilkan berbagai produk lokal hasil kolaborasi dengan pelaku UMKM desa.

Di antaranya gendar pecel, makanan khas Jawa Tengah yang kini dikemas lebih menarik; es kelapa muda segar hasil panen warga setempat; serta camilan kerupuk bawang dan keripik pisang yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil kebun.

Selain itu, mereka juga menghadirkan jamu tradisional racikan rempah khas Nusantara yang dikemas modern, serta inovasi ramah lingkungan berupa lilin aromaterapi dari minyak jelantah.

Baca juga:  Senam Ceria Bersama Ibu-Ibu Dusun Setro: Sehat, Kompak, dan Penuh Semangat

Produk-produk tersebut lahir dari program pendampingan mahasiswa, mulai dari pelatihan pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk inovatif.

Mahasiswa juga menampilkan kerajinan tangan dari bahan daur ulang, seperti hiasan dan souvenir, yang menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Warga menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi desa. Keberadaan mereka dinilai membawa semangat baru sekaligus membantu memperluas pasar bagi produk lokal.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UPGRIS menegaskan bahwa EXPO bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan juga sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berlatih berkomunikasi, bekerja sama, dan mengelola kegiatan secara profesional, sekaligus membentuk karakter tangguh dan kreatif.

Baca juga:  Cegah Stunting, KKN UIN Walisongo Posko 52 Gelar Sosialisasi Pola Asuh di Fatayat Jungsemi

Stan Desa Gondoriyo menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Pengunjung terlihat antusias membeli produk sambil mendengarkan penjelasan mahasiswa tentang proses pembuatan dan manfaatnya.

Suasana pameran semakin hidup dengan berbagai hiburan dari panggung utama yang menampilkan tari dan musik tradisional.

EXPO KKN Tematik UPGRIS di RTH Bergas Lor menjadi bukti sinergi antara kampus dan masyarakat.

Program ini tidak hanya menanamkan nilai pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan pengetahuan baru bagi warga desa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama antara mahasiswa, dosen, dan perangkat desa.

Momen itu menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, sekaligus simbol kolaborasi nyata untuk membangun desa yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo
DPR Sahkan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Ini Harapan Lima Tahun ke Depan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:38 WIB

Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:21 WIB

Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin

Berita Terbaru