Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair di Rw 08 Kelurahan Gemah

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, melakukan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.

Program ini diinisiasi sebagai solusi atas dua permasalahan utama di desa setempat: penumpukan sampah organik dan tingginya harga pupuk kimia bagi para petani maupun warga yang gemar berkebun.

Ketua tim KKN UPGRIS di, Tessa, menjelaskan bahwa banyak warga yang belum menyadari bahwa sisa sayuran, buah-buahan, dan air cucian beras memiliki nilai ekonomis jika diolah dengan benar.

“Kami melihat potensi besar dari sampah dapur yang biasanya langsung dibuang. Dengan proses fermentasi sederhana, sampah ini bisa menjadi nutrisi luar biasa bagi tanaman,” ujar Dola.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 34 Hidupkan TPQ Mingguan di Dusun Setro

Dalam demonstrasi yang dihadiri oleh masyarakat setempat, mahasiswa mempraktikkan cara pembuatan POC yang praktis:

Pencacahan: Sampah organik (sisa sayur/buah) dipotong kecil-kecil.

Pencampuran: Dimasukkan ke dalam wadah kedap udara bersama air cucian beras dan molase (tetes tebu) atau gula jawa sebagai sumber energi bakteri.

Aktivator: Penambahan bioaktivator seperti EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi.

Fermentasi: Campuran didiamkan selama 10–14 hari.

Dukungan Masyarakat dan Ketua RW 08, Bapak Marmo menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya desa untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mandiri secara pangan.

Baca juga:  Inovasi Olahan Ikan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 26 Dampingi Pelatihan Memasak Lele Krispi di Kelurahan Palebon

“Kehadiran adik-adik mahasiswa UPGRIS sangat membantu. Selain lingkungan jadi bersih, warga juga bisa menghemat biaya perawatan tanaman di pekarangan rumah,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga Kelurahan Gemah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia dan mulai beralih ke pola pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat
MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Siswa Difabel Tampil Percaya Diri di D’Modifest 2026 Semarang, Panggung Inklusif yang Menggetarkan Hati
ASN Turun Tangan Bersihkan Kantor, Gerakan Jateng ASRI Kian Nyata di Jalan Pahlawan Semarang

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 16:29 WIB

Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo

Senin, 2 Maret 2026 - 09:10 WIB

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah

Senin, 2 Maret 2026 - 06:21 WIB

PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:25 WIB

Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat

Berita Terbaru