Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan Program SAFE-IN (Sosialisasi Antisipasi dan Mitigasi Bencana) bertema “Cegah Kebakaran, Lindungi Keluarga dan Lingkungan”.
Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Leyangan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi bencana kebakaran di lingkungan permukiman.
Program SAFE-IN dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kebakaran yang kerap dipicu oleh kelalaian penggunaan instalasi listrik, aktivitas pembakaran sampah, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sumber-sumber bahaya api di sekitar rumah.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian material maupun ancaman keselamatan jiwa apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Oleh karena itu, edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan dinilai menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.

Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, serta strategi mitigasi sebelum, saat, dan setelah kebakaran terjadi.
Selain pemaparan materi, acara juga dilengkapi dengan diskusi dan simulasi sederhana tanggap bencana guna memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat tentang penanganan awal ketika terjadi kebakaran di lingkungan sekitar.
Acara ini dihadiri oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Leyangan Yogi Wadyabratha, perwakilan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan RW 1–16, Pengurus Inti TP PKK, Karang Taruna, Linmas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapsiagaan desa terhadap bencana.
Koordinator acara mahasiswa KKN UPGRIS, Yusuf Hidayat, menyampaikan bahwa SAFE-IN merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pemadam kebakaran yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu serta pengalaman.
Menurutnya, pemahaman yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan warga tentang tata cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran di rumah maupun lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pak Nanang, anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, berharap masyarakat, khususnya Linmas, dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran sebelum api membesar.
Ia menekankan pentingnya respons cepat dan kemampuan dasar yang dimiliki warga untuk meminimalkan dampak kebakaran.
Dalam sambutannya, PJ Kepala Desa Leyangan, Yogi Wadyabratha, mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menyebarluaskan informasi yang telah diperoleh kepada warga lainnya.
Ia berharap perwakilan yang hadir dapat menjadi contoh serta turut menyosialisasikan cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan masing-masing.
Melalui Program SAFE-IN, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat desa.
Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat Desa Leyangan yang lebih siap, sigap, dan tanggap terhadap potensi kebakaran, sehingga keamanan keluarga dan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Editor : Murni A














