Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II memperkenalkan pemanfaatan barang bekas sebagai media biopori kepada masyarakat Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Program tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan biopori menggunakan galon serta botol plastik bekas.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya sampah anorganik, seperti galon dan botol plastik bekas, serta belum optimalnya pemilahan sampah di lingkungan masyarakat.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN mengenalkan alternatif pemanfaatan barang bekas sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.
Kegiatan pertama dilaksanakan pada Minggu (26/7/2026) di Gang Kenanga, Desa Sumub Kidul. Sebanyak 10 mahasiswa KKN UNDIP Tim II memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan galon bekas sebagai media biopori skala rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan manfaat biopori serta memperagakan tahapan pembuatannya. Untuk satu media biopori berbahan galon, digunakan dua buah galon bekas yang sebelumnya sudah tidak terpakai.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa biopori dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan resapan air serta menjadi salah satu media pemanfaatan sampah organik.
Masyarakat kemudian diajak membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari lingkungan rumah tangga.
”Biasanya ibu-ibu di sini galon bekas hanya digunakan untuk tempat tanaman atau dibuang. Setelah ada kegiatan ini, kami jadi tahu kalau galon bekas juga bisa dimanfaatkan untuk membuat biopori” ujar bu Suherti selaku warga Desa Sumub Kidul.
Program dilanjutkan pada Minggu (2/8/2026) di lahan kebun tani Desa Sumub Kidul. Mahasiswa KKN bersama warga melakukan demonstrasi pemasangan biopori menggunakan botol plastik bekas berukuran 1,5 liter.
Sebanyak sembilan botol plastik digunakan sebagai media biopori. Mahasiswa memperagakan tahapan pemasangan sekaligus menjelaskan pemanfaatannya sebagai media untuk memasukkan sampah organik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK, warga desa, serta ibu-ibu kelompok rebana. Warga turut terlibat dalam proses pemasangan media biopori ke dalam tanah dan pengisian sampah organik.
Menurut Ibu Kartini, selaku warga Desa Sumub Kidul, program tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pemanfaatan barang bekas di lingkungan sekitar.
“Programnya bagus, warga jadi tahu kalau sisa makanan yang biasanya langsung dibuang ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk,” katanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP Tim II berharap masyarakat Desa Sumub Kidul dapat terus memanfaatkan barang bekas yang masih memiliki nilai guna serta meningkatkan kebiasaan memilah sampah.
Penerapan biopori di lingkungan rumah maupun lahan pertanian juga diharapkan dapat dilanjutkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN UNDIP dengan masyarakat Desa Sumub Kidul dalam mendorong pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar