Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 63 dan Desa Kebumen Satukan Langkah Cegah Stunting

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 22:22 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 63 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kebumen, Kabupaten Semarang, mengadakan kegiatan Cegah Stunting dan Rembug Stunting pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Kebumen sebagai bentuk kepedulian dan upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pemerintah Desa Kebumen.

Selain penyampaian edukasi, kegiatan juga menjadi forum untuk membahas berbagai upaya yang dapat dilakukan Bersama dalam mencegah dan menekan angka stunting di Desa Kebumen.

Bapak Herman Adi Purnomo hadir sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai pengertian stunting serta proses pencegahannya yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya pencegahan stunting perlu disiapakan sejak sebelum seseorang memasuki masa pernikahan hingga anak berada dalam masa pertumbuhan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD Negeri 1 Cacaban Bijak dalam Memilah Sampah

Materi yang disampaikan mencakup tahapan pencegahan stunting mulai dari remaja, calon penganti (catin), ibu hamil. Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI ekslusisif, hingga pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Penyampaian materi tersebut memberikan pemahaman kepada para kader posyandu dan peserta ibu balita stunting bahwa pencegahan stunting merupakan proses yang saling berkaitan dan membutuhkan perhatian pada setiap tahapan kehidupan.

Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan Rembug Stunting yang menjadi ruang diskusi antara pemerintah desa, mahasiswa KKN, kader kesehatan, dan masyarakat.

Forum tersebut digunakan untuk bertukar informasi, menyampaikan masukan, serta membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan secara Bersama dalam mendukung pencegahan stunting di Desa Kebumen.

Baca juga:  KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 Desa Johorejo Gelar Sosialisasi Pembuatan QRIS dan Pencantuman Titik Google Maps Untuk Para Pelaku UMKM

Sekretaris Desa Kebumen, Bapak Azis menymapaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menilai kegiatan edukasi dan rembug stunting memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Desa Kebumen.

“ Kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan karena menjadi salah satu upaya mencegah terjadinya stunting da menurunkan angka stunting, terutama di Desa Kebumen. Dengan adanya edukasi dan kerja sama antara pemerintah desa, mahasiswa KKN, kader kedehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara Bersama-sama dan berkelanjutan,” ujar Bapak Azis.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 63 63 Desa Kebumen.

Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Desa Kebumen atas dukungan serta kerja sama yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca juga:  Mahasiswa BPI UIN Walisongo Hadirkan Tawa Lewat Joget Balon di Panti Margo Widodo

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kebumen yang telah mendukung dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kami sangat setuju bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, karena upaya tersebut merupakan langkah penting untuk menekan dan menurunkan angka stunting, khususnya di Desa Kebumen,” ujar Kordes KKN MIT 22 Posko 63 Desa Kebumen.

Melalui kegiatan Cegah Stunting dan Rembug Stunting, mahasiswa KKN Bersama Pemerintah Desa Kebumen berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting dapat semakin meningkat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan ibu dan anak.

Dengan adanya kolaborasi dan edukasi upaya pencegahan stunting di Desa Kebumen diharapkan dapat semakin kuat sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat,tumbuh optimal, dan berkualitas.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA