Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Pendampingan dan Sosialisasi Digitalisasi Media Pembayaran bagi UMKM Lokal Menggunakan QRIS

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Posko 31 UIN Walisongo  mengadakan pendampingan dan sosialisasi mengenai pembayaran digital atau QRIS di lingkup Dusun Sekutis, Desa Tabet, Kecamatan Limbangan pada Senin, 17 November 2025.

Program ini bertujuan untuk mendorong UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan uang tunai untuk mengadopsi sistem pembayaran nontunai (digitalisasi).

Mahasiswa anggota KKN berharap dari adanya sosialisasi ini dapat menjembatani kesenjangan digital antara UMKM dan teknologi pembayaran modern, sambal mengasah kemampuan profesional mereka di lapangan.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan proses mengunjungi para pelaku UMKM dengan sistem door to door.

Sebelumnya para anggota dari divisi Sosial dan Kewirausahaan menjelaskan tujuan mensosialisasikan secara singkat dan merinci dengan bahasa yang mudah dipahami bagi kaum awam tentang pengertian QRIS itu sendiri.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Ikuti Expo Desa Lerep dengan Stand Bertema Aceh

Selanjutnya, jika pelaku UMKM berminat dan setuju lalu kita lanjut ke tahap selanjutnya untuk pembimbing pembuatan QRIS. Di sini pemilik usaha kita jelaskan juga terlebih dahulu mengenai keuntungan yang didapatkan jika menggunakan QRIS tersebut.

Jika dirasa sudah paham, lalu yang bersangkutan kita bimbing untuk menginstal aplikasi yang digunakan sebagai media yang kita rasa paling mudah, aman, dan cepat dalam proses pembuatan QRIS.

Selain keuntungan kami juga memberikan rasa percaya dan rasa aman bagi pemilik usaha untuk melanjutkan proses pembuatan pembayaran digital tadi.

Perihal ini harus kami jelaskan dikarenakan adanya beberapa penduduk yang bercerita jika sebelumya ada yang melakukan penawaran juga mengenai QRIS, tetapi dari pihak pensoaialisasi meminta deposit dan biaya yang harus disetorkan secara rutin setiap bulannya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Wujudkan Pojok Baca di SDN 2 Jatijajar

Tentu hal itu menyebabkan keraguan mendalam bagi para pelaku UMKM selama proses sosialisasi dari mahasiswa KKN.

Setelah dirasa semua materi telah disampaikan, pembimbingan pendaftaran data diri sebagai syarat pendaftaran QRIS pada aplikasi.

Karena diperlukannya email terkadang ada beberapa masyarakat yang belum memiliki hal tersebut. Dengan adanya hambatan tersebut kita juga membimbing pemenuhan semua syara yang diperlukan hingga QRIS itu sendiri bisa digunakan.

Seluruh proses kita damping hingga tuntas dan mencoba menjawab semua pertanyaan dari pelaku UMKM yang masih awam.

Proses pendampinan itu sendiri bisa mencapai maksimal durasi satu jam lamanya. Sebisa mungkin para anggota KKN tetap menciptakn suasana yang nyaman untuk tetap beinteraksi.

Baca juga:  Sambut Tahun Baru 2026, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma Pilih Sambangi Penyandang Disabilitas

Setelah QRIS telah muncul tidak lupa kita melakukan pengecekan apakah QRIS tersebut semestinya. Kami juga memastikan munculnya notifikasi.

Beberapa warga mengaku program kerja kami ini sangat bermanfaat karena mereka yang memiliki usaha tidak perlu bingung memberi uang kembalian dikarenakan langkanya uang receh di era ini.

Para mahasiswa KKN berharap program kerja ini dapat membantu para pelaku UMKM untuk berinovasi dalam menjalankan usaha mereka.

Dengan pencatatan transaksi yang otomatis via QRIS, kami juga berharap bapak dan ibu lebih mudah dalam mengelola keuangan, dan data transaksi ini bisa menjadi modal untuk mengajukan pendanaan di masa depan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru