Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 68 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pengelolaan sampah skala rumah tangga tingkatkan kreativitas di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jum’at (21/8/2026)
Kegiatan tersebut diikuti oleh kader posyandu Desa Wonowoso. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari lingkungan rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan tutorial mengenai pemanfaatan sampah, khususnya limbah plastik, menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

Pendekatan praktis tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, kader posyandu diajak untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.
Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah dan hanya dibuang, dapat dipilah serta dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Salah seorang peserta, Ibu Surami, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN.
Menurutnya, materi dan tutorial yang diberikan mudah dipahami sehingga dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah.
“Penjelasan dan tata cara pembuatan barang kreatif dari sampah yang diberikan oleh mahasiswa KKN tadi cukup mudah dipahami, sehingga bisa dipraktikkan sendiri di rumah,” ujar Ibu Surami usai kegiatan.
Ia mengaku tertarik untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya tertarik dari penjelasan yang diberikan oleh mahasiswa KKN tadi, sehingga saya tergerak untuk memilah sampah organik dan anorganik. Insyaallah, program yang sudah disosialisasikan ini akan kami lanjutkan karena manfaatnya sangat terasa dan berguna bagi masyarakat,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh tenaga kesehatan setempat, Ibu Bdn. Mastiah, S.Tr. Keb., S. Keb. Ia menilai edukasi mengenai pemilahan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga karena aktivitas rumah tangga menjadi salah satu sumber sampah plastik yang cukup banyak.
“Langkah ini sangat praktis dalam membantu mengurangi sampah di lingkup keluarga, karena sampah plastik memang utamanya didapatkan dari sana dan sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali,” ungkap Mastiah.
Tidak hanya memberikan dukungan, Mastiah juga berencana menerapkan gerakan pemilahan sampah dalam kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya Posyandu.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi upaya sederhana untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam mengurangi sampah plastik.
“Mungkin saya akan memilah sampah itu sendiri dan mengaplikasikannya dalam kegiatan Posyandu. Rencananya, setiap satu balita bisa membawa botol plastik bekas saat hadir dalam kegiatan Posyandu tersebut,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi mahasiswa KKN, kader posyandu dan masyarakat setempat, gerakan pemilahan dan pemanfaatan sampah diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.
Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bernilai guna, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Penulis: Marini
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar