Mahasiswa KKN UIN Walisongo Belajar Pengelolaan Budidaya Lele di Desa Margosari

waktu baca 2 menit
Minggu, 19 Okt 2025 07:05 25 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-85 Posko 32 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan kunjungan dan observasi UMKM budidaya lele di Dusun Jetis, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal dan mengembangkan potensi lokal yang menjadi ciri khas Desa Margosari.

Dusun Jetis dikenal sebagai wilayah dengan kegiatan budidaya ikan lele yang telah ditekuni masyarakat secara turun-temurun, dan menjadi salah satu sektor ekonomi andalan desa.

Baca juga:  Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi, KKN UIN Walisongo Bikin Ibu-Ibu PKK Terinspirasi

Observasi dilakukan di lahan milik Kepala Dusun Jetis, yang juga menjadi pelaku utama budidaya lele di wilayah tersebut.

Mahasiswa Posko 32 melakukan pengamatan langsung terhadap sistem pemeliharaan ikan, pemberian pakan, manajemen kolam, hingga proses panen dan distribusi hasil produksi.

Dalam sesi dialog bersama mahasiswa, Kepala Dusun Jetis, Bapak Nur Kholis, menjelaskan bahwa usaha lele di daerahnya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung oleh kondisi lingkungan dan pasar yang stabil.

“Sekali panen, hasilnya bisa mencapai sekitar lima ton lele. Permintaan pasar cukup tinggi, dan sebagian warga di sini menggantungkan penghasilan dari usaha ini. Kami senang mahasiswa tertarik untuk belajar langsung dari potensi desa kami,” jelasnya.

Baca juga:  Rapat Anggota Tahunan KSPPS Salimah Kendal Tahun Buku 2025 Dimeriahkan Pelatihan UMKM Syariah dan Penyerahan Bantuan

Sementara itu, Zidan, selaku Koordinator Desa (Kordes) Posko 32, menyampaikan bahwa kegiatan observasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat dan potensi yang ada di desa tempat mereka mengabdi.

“Kami belajar langsung dari masyarakat tentang bagaimana semangat, kerja keras, dan kemandirian dijalankan. Kami ingin turut berkontribusi dalam mengembangkan potensi ini,” ujar Zidan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berupa teori dan sosialisasi, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam memahami potensi lokal dan mendukung kemajuan desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Distribusikan 160 Mushaf Wakaf AlQuran di Wonokerso

Kunjungan ke tambak lele Dusun Jetis menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan peduli terhadap masyarakat dapat berjalan beriringan.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, Desa Margosari diharapkan terus berkembang sebagai desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA