Mahasiswa KKN Posko 34 UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Pembuangan Sampah di SDN Sriwulan

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, mahasiswa KKN Posko 34 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi membuang sampah serta memilah pembuangannya di SDN Sriwulan pada Kamis, 13 November 2025.

Acara sosialisasi ini diadakan sebagai bentuk rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, mengingat bahwa lingkungan Desa Sriwulan merupakan area wisatawan yaitu daerah Arenan Kalikesek.

Sosialisasi berjalan sangat interaktif dengan diikuti oleh para siswa siswi kelas 4 sampai dengan kelas 6 SDN Sriwulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laili, salah satu mahasiswa KKN yang juga menjadi pemateri dalam diskusi tersebut berharap agar para siswa dapat membedakan mana yang menjadi sampah organik maupun anorganik.

Baca juga:  Bittime Respons Ketidakpastian Global Melalui Slogan “Begin Investing in Gold with $XAUT Today”

“Jenis sampah itu dapat dibedakan menjadi dua, diantaranya yaitu sampah organik dan anorganik, ” ujarnya.

Dalam diskusi yang dilakukan pagi hari sebelum masuk dalam jam pelajaran berlangsung siswa kelas 6 terlihat sangat antusias.

Di dalam kelas 6 selain materi sosialisasi mereka juga diajak bermain game yang sangat seru.

Dengan di ikuti oleh 11 siswa di dalam ruangan kelas yang dipenuhi dengan tawa dan semangat para siswa siswi berdiri membentuk lingkaran dan diiringi dengan semangat menyanyikan lagu nasional.

Semua mata tertuju pada satu benda sebuah rol lakban yang ada ditangan salah satu dari 11 siswa tersebut.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Galakkan Program SADARI untuk Wujudkan Desa Boja Lestari

Game ini bukan sekedar permainan biasa. Banyak yang menyebutnya dengan “Oper Lakban Cerdas”.

Sistem permainannya apabila lakban jatuh kepada salah satu dari 11 siswa maka akan dikenai hukuman dalam bentuk menjawab peratanyaan mengenai sampah organik dan anorganik.

Salah satu tujuan dari dilakukannya permainan ini ialah untuk menguji fokus dan memastikan apakah siswa siswi itu benar-benar paham mengenai materi yang telah disampaikan oleh rekan-rekan mahasiswa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca
KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Sinyal Bahaya untuk Nvidia? Google Siapkan Gebrakan Besar di AI
Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)
Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?
Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya
Menteri Pariwisata Tinjau Pengembangan Danau Toba di Samosir

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

Sinyal Bahaya untuk Nvidia? Google Siapkan Gebrakan Besar di AI

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)

Selasa, 21 April 2026 - 16:03 WIB

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

Berita Terbaru