Lewat Cerita Bergambar, Mahasiswa KKN Undip Ajak Anak TK Tunas Bangsa Desa Karanganom Kenali Emosi Sejak Dini

waktu baca 3 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:20 4 jatengvox

Jatengvox.com – Kemampuan sosial-emosional merupakan salah satu fondasi penting yang perlu dibangun sejak usia dini, tidak kalah krusial dibanding kemampuan kognitif maupun motorik.

Sayangnya, tidak sedikit anak usia Taman Kanak-kanak (TK) yang masih kesulitan mengenali, memahami, bahkan mengekspresikan emosi yang mereka rasakan secara tepat.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program edukatif bertajuk “Pengenalan Emosi pada Usia Dini Melalui Cerita Bergambar” bagi anak-anak TK Tunas Bangsa Desa Karanganom pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi kemampuan anak dalam mengenali, memahami, dan mengekspresikan berbagai jenis emosi dasar sebagai bagian dari pencapaian aspek perkembangan sosial-emosional dalam kurikulum TK.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Universitas Diponegoro, Najla Fakhira Dwiprisiella, terlebih dahulu berkoordinasi dengan guru dan pendamping kelas untuk merencanakan pelaksanaan program agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak di kelas.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Reguler 85 UIN Walisongo Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Dusun Jingkol

Media cerita bergambar dipilih sebagai pendekatan utama karena dinilai mampu menghadirkan visualisasi ekspresi wajah tokoh secara konkret sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak usia dini yang masih berada pada tahap berpikir konkret-operasional.

Buku cerita bergambar dan kartu emosi yang digunakan pun sengaja dibuat berukuran besar dan jelas agar ilustrasi ekspresi wajah dapat terlihat dengan baik oleh seluruh anak di kelas, tanpa terkecuali.

Dengan intonasi dan jeda yang disesuaikan, cerita bergambar dibacakan secara interaktif untuk memancing respons emosional anak-anak.

Setiap kali tokoh dalam cerita menunjukkan ekspresi wajah tertentu, seperti senang, sedih, marah, maupun takut, anak-anak diajak untuk menebak dan menamai emosi yang sedang dirasakan oleh tokoh tersebut.

Baca juga:  Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Tidak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan sesi meniru mimik wajah yang mewakili tiap emosi sehingga anak tidak hanya mengenali emosi secara kognitif, tetapi juga dilatih untuk mengekspresikannya secara langsung melalui ekspresi wajah mereka sendiri.

Sebagai penguat pemahaman, kegiatan ditutup dengan sesi mewarnai lembar ekspresi wajah dari emosi-emosi yang telah dikenalkan sepanjang cerita.

Melalui kegiatan mewarnai ini, anak-anak diajak untuk menyesuaikan warna pada gambar ekspresi wajah sesuai dengan emosi yang digambarkan, sekaligus melatih koordinasi motorik halus dan kreativitas mereka.

Keberhasilan program ini tercermin dari respons aktif anak-anak ketika ditanya mengenai jenis emosi yang sedang ditunjukkan oleh tokoh dalam buku cerita bergambar, serta ketepatan mereka dalam menyesuaikan warna pada lembar mewarnai ekspresi wajah sesuai contoh yang diberikan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP 2026 Tanamkan Kebiasaan Mengelola Uang Saku Sejak Dini di SDN Kandeman 01

Antusiasme dan partisipasi aktif anak-anak selama kegiatan berlangsung menjadi indikator bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Program “Pengenalan Emosi pada Usia Dini Melalui Cerita Bergambar” ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) melalui penguatan kemampuan sosial-emosional anak usia dini sebagai bagian dari kesiapan belajar sepanjang hayat, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menanamkan kesadaran emosional dan empati sejak dini sebagai bekal kesehatan mental anak di masa depan.

Melalui program ini, diharapkan anak-anak TK Tunas Bangsa Desa Karanganom dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mengenali perasaannya sendiri, mampu berempati terhadap perasaan orang lain, serta memiliki bekal kecerdasan emosional yang kuat sejak usia dini.

 

 

Penulis: Najla Fakhira Dwiprisiella, Tim KKN UNDIP

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA