Lebih dari Setengah Guru PAI SD di Indonesia Belum Fasih Membaca Al-Qur’an, Kemenag Siapkan Strategi Perbaikan

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi sorotan serius.

Berdasarkan Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025, lebih dari 58 persen guru PAI SD di Indonesia masih tergolong pada kategori dasar atau pratama dalam membaca Al-Qur’an.

Kondisi ini dinilai menjadi tantangan penting bagi peningkatan mutu pendidikan keagamaan di sekolah dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data dari Kementerian Agama (Kemenag) diperoleh dari asesmen terhadap 160.143 guru PAI SD dan SDLB di seluruh Indonesia melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA).

Metode triangulasi yang digunakan Lembaga Taḥsin dan Taḥfīẓ Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta memastikan tingkat kepercayaan tinggi pada hasil asesmen, baik di level nasional maupun daerah.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Adakan Observasi dan Sosialisasi Program Kerja di SDN 2 Watuagung

Dari hasil asesmen, 58,26 persen guru berada pada kategori pratama, 30,4 persen kategori madya, dan hanya 11,3 persen yang masuk kategori mahir. Sementara itu, sebanyak 27,51 persen guru PAI perlu mendapatkan perhatian khusus. Indeks Membaca Al-Qur’an rata-rata guru PAI SD/SDLB tercatat 57,17, yang termasuk rendah. Kelemahan paling menonjol ditemukan pada pemahaman hukum bacaan tajwid.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menekankan bahwa guru PAI adalah ujung tombak pendidikan keagamaan.

“Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Al-Qur’an, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Suyitno.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Jadi Relawan Family Gathering SPONDA di SDN 2 Ngempon

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir, menambahkan bahwa rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an guru berdampak langsung pada kualitas literasi siswa.

“Jika guru masih terbata-bata atau belum memahami tajwid dengan baik, proses transfer literasi Al-Qur’an kepada siswa juga terdampak. Tidak heran jika kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD masih didominasi kategori dasar,” jelas Munir.

Rendahnya indeks membaca Al-Qur’an guru PAI tidak lepas dari beragam latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, serta belum optimalnya integrasi kemampuan membaca Al-Qur’an dalam pembinaan karier guru PAI.

Baca juga:  Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan

Sebagai langkah strategis, Kemenag merekomendasikan:

Penguatan kompetensi profesional guru PAI SD/SDLB.

Intervensi khusus bagi guru yang masih berada pada kategori pratama.

Penilaian kemampuan membaca Al-Qur’an dalam proses rekrutmen dan pengembangan karier fungsional.

Reorientasi program sertifikasi guru PAI dengan memasukkan indikator kemampuan membaca Al-Qur’an.

Pelibatan pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai mitra strategis.

Kemenag juga menekankan pentingnya evaluasi berkala melalui asesmen nasional kemampuan membaca Al-Qur’an dan PAI, sebagai upaya memastikan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di sekolah dasar.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru