Kultum Ramadan di Musala Al-Uswah RW 11, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Warga Tingkatkan Ketakwaan dan Produktivitas

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Dalam rangka mengisi kegiatan keagamaan bulan suci Ramadan 1447 H, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) pada Jumat, 27 Februari 2026, di Musala Al-Uswah RW 11 Perumnas Leyangan Damai, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan seusai salat tarawih dan dihadiri oleh jamaah musala serta warga sekitar yang mengikuti dengan khidmat.

Kultum disampaikan oleh Saudara M. Rio Adi Mansyah sebagai perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat nilai spiritual masyarakat selama Ramadan.

Dalam penyampaiannya, M. Rio Adi Mansyah mengawali dengan membacakan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna ming qablikum la‘allakum tattaqūn.”

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi UMKM Tahu Sam’un di Desa Leyangan

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan, menurutnya, tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.

“Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak produktif. Justru Ramadan harus menjadi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih aktif dan lebih positif,” ujarnya di hadapan jamaah.

Selain menekankan pentingnya produktivitas, ia juga mengajak jamaah untuk memahami hakikat kebahagiaan. “Nikmat bahagia itu ukurannya hati. Hidup ini bukan tentang berapa banyak yang kita miliki, melainkan tentang seberapa banyak yang mampu kita syukuri dan rasakan,” tuturnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 38 UPGRIS Silaturahmi dengan Ketua RW 06 Watuagung, Bahas UMKM dan Kegiatan Masyarakat

Suasana semakin reflektif ketika ia menyampaikan kalimat puitis, “Di malam yang sunyi, purnama bersinar terang. Ramadan mengingatkan kita pada rindu akan surga yang tak terbilang.” Pesan tersebut mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebajikan.

Lebih lanjut, M. Rio Adi Mansyah menjelaskan pentingnya prinsip watawaṣau bil-ḥaqq (saling menasihati dalam kebenaran) dan watawaṣau biṣ-ṣabr (saling menasihati dalam kesabaran).

Ia menekankan bahwa umat Islam hendaknya saling mengingatkan dalam ketaatan kepada Allah Swt., menegakkan kebenaran, serta saling menguatkan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dalam kultumnya, ia juga memaparkan hukum puasa dalam Islam yang terbagi menjadi empat, yaitu wajib, sunah, haram, dan makruh. Puasa wajib meliputi puasa Ramadan, qadha, nazar, dan kafarat.

Baca juga:  UMKM Desa Leyangan Siap Naik Kelas, KKN UPGRIS Hadirkan Sosialisasi Branding dan Legalitas Produk

Puasa sunah di antaranya puasa Senin-Kamis, Arafah, dan Ayyamul Bidh. Sementara itu, puasa diharamkan pada Hari Raya Idulfitri, Iduladha, serta hari Tasyrik. Penjelasan tersebut disampaikan agar jamaah memahami ketentuan syariat secara lebih menyeluruh.

Kegiatan kultum berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian. Sejumlah jamaah mengapresiasi materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan motivasi selama menjalani ibadah Ramadan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kehadiran mereka dapat memberikan kontribusi positif dalam penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Diharapkan, semangat ibadah warga semakin meningkat, rasa syukur semakin tumbuh, serta Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih sabar, produktif, dan bertakwa kepada Allah Swt.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Siswa Difabel Tampil Percaya Diri di D’Modifest 2026 Semarang, Panggung Inklusif yang Menggetarkan Hati
ASN Turun Tangan Bersihkan Kantor, Gerakan Jateng ASRI Kian Nyata di Jalan Pahlawan Semarang
Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pasar Murah di Leyangan, Gandeng DPD RI Bantu Ringankan Beban Warga
Kolaborasi KKN UPGRIS dan DPD RI Hadirkan Pasar Murah untuk Warga Leyangan
Gubernur Jateng Minta Tindak Tegas Premanisme Debt Collector, Insiden Tol Kaligawe Jadi Sorotan
Mahasiswa KKN UPGRIS Meriahkan Ramadan di SD N 1 Palebon Lewat Edukasi Cerita 4 Panel
Jawa Tengah Targetkan Pangkas Backlog 274 Ribu Unit Rumah, Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan
Gus Yasin Apresiasi Pengungkapan Penyelundupan 90 Ton Kratom di Tanjung Emas, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Ekspor

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:09 WIB

Siswa Difabel Tampil Percaya Diri di D’Modifest 2026 Semarang, Panggung Inklusif yang Menggetarkan Hati

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:34 WIB

ASN Turun Tangan Bersihkan Kantor, Gerakan Jateng ASRI Kian Nyata di Jalan Pahlawan Semarang

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:02 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pasar Murah di Leyangan, Gandeng DPD RI Bantu Ringankan Beban Warga

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:35 WIB

Kolaborasi KKN UPGRIS dan DPD RI Hadirkan Pasar Murah untuk Warga Leyangan

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:23 WIB

Kultum Ramadan di Musala Al-Uswah RW 11, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Warga Tingkatkan Ketakwaan dan Produktivitas

Berita Terbaru