Krakatau Steel Tegaskan Pentingnya Proteksi Industri Baja di Tengah Pergeseran Kebijakan Amerika Serikat

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 30 Maret 2026 – Perubahan kebijakan perdagangan global, khususnya di Amerika Serikat, menegaskan bahwa industri baja merupakan sektor strategis yang tidak sepenuhnya dapat diserahkan pada mekanisme pasar bebas.

Bagi PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS), dinamika ini menjadi sinyal
kuat pentingnya menciptakan level playing field demi menjaga
keberlanjutan industri baja nasional.

Perseroan
memandang penguatan kebijakan pengamanan perdagangan, pengendalian impor tidak
wajar, dan konsistensi hilirisasi sebagai langkah penting untuk menjaga
utilisasi kapasitas, keberlanjutan usaha, serta nilai ekonomi industri baja
nasional. 

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa
pengalaman global menunjukkan bahwa industri baja memiliki dimensi strategis
bagi ketahanan ekonomi.

“Dalam
kondisi distorsi pasar dan kelebihan kapasitas global, kebijakan yang
memastikan persaingan usaha yang adil menjadi kunci keberlanjutan industri
nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia
Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik
& Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). 

Pergeseran Global Tegaskan Baja
sebagai Industri Strategis
 

Baca juga:  Presiden Prabowo Tunda Kebijakan Libur Rapat Akhir Pekan Demi Percepatan Pembangunan Jembatan

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo
Setiadharmaji, Steel & Mining Insights dalam tulisannya menyoroti
transformasi Amerika Serikat dari pengawal liberalisasi perdagangan melalui
World Trade Organization menjadi negara yang menerapkan proteksi industri baja
secara sistematis. Penggunaan instrumen seperti tarif berbasis keamanan
nasional menunjukkan bahwa baja diposisikan sebagai bagian dari ketahanan
ekonomi dan keamanan negara.

Pergeseran kebijakan Amerika Serikat menjadi refleksi
bahwa dalam situasi distorsi struktural global, perlindungan terhadap industri
strategis bukanlah pilihan sementara, melainkan bagian dari arsitektur
kebijakan jangka panjang.

Baca juga:  Ketua Komisi XI DPR RI Tekankan Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Momentum Penguatan Industri Strategis 

Sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto, dalam memperkuat kedaulatan ekonomi, penguatan industri baja nasional
menjadi fondasi transformasi industri bernilai tambah tinggi.

Krakatau Steel Group berkomitmen meningkatkan daya saing
dan menjaga kepercayaan investor melalui transformasi bisnis yang
berkelanjutan. .

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Namun Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti
Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh
Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, SUCOFINDO Kawal Proyek dari Aspek Kualitas hingga K3
Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri
Apa Itu Perlindungan Endpoint dan Mengapa Penting?
Fitch Menaikkan Asumsi Harga Komoditas, Ini Prospeknya
KVA Kembali Buka VA Bootcamp 2026: Program Pelatihan Virtual Assistant Paling Komprehensif di Indonesia
Hingga 12 Ribu Penumpang Gunakan KA Bandara di Yogyakarta, 29 Maret Jadi Puncak Arus Balik

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 21:03 WIB

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Namun Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti

Senin, 30 Maret 2026 - 20:03 WIB

Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh

Senin, 30 Maret 2026 - 20:03 WIB

Krakatau Steel Tegaskan Pentingnya Proteksi Industri Baja di Tengah Pergeseran Kebijakan Amerika Serikat

Senin, 30 Maret 2026 - 17:02 WIB

Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, SUCOFINDO Kawal Proyek dari Aspek Kualitas hingga K3

Senin, 30 Maret 2026 - 16:03 WIB

Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri

Berita Terbaru