Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kabar positif datang dari Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di provinsi ini kembali mengalami penurunan pada September 2025.

Data terbaru menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah kini berada di angka 3,34 juta orang atau setara 9,39 persen dari total penduduk.

Capaian ini memperpanjang tren penurunan kemiskinan yang terjadi sepanjang 2025, sekaligus mencerminkan membaiknya kondisi ekonomi dan pasar kerja di wilayah tersebut.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan Maret 2025, tingkat kemiskinan turun sebesar 0,09 persen poin.

Baca juga:  Pemprov Jateng Gaspol Serap APBD 2026, Pengadaan Diminta Disiapkan Lebih Awal

Pada periode tersebut, persentase penduduk miskin masih berada di angka 9,48 persen.

“Jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang. Jika dibandingkan Maret 2025, jumlahnya turun sekitar 21,86 ribu orang,” ujar Ali Said dalam rilis daring, Kamis (5/2/2026).

Penurunan ini juga cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi September 2024. Dalam setahun, jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 51,52 ribu orang.

Menurut BPS, ada beberapa faktor utama yang memengaruhi penurunan kemiskinan di Jawa Tengah. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang relatif solid. Pada triwulan III 2025, perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen secara tahunan (year on year).

Baca juga:  Pemprov Jateng Apresiasi Peran Bunda PAUD dalam Penguatan Pendidikan Usia Dini

Selain itu, sektor pertanian—yang masih menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar wilayah Jawa Tengah—menunjukkan kinerja positif.

Produksi padi tercatat meningkat hingga 484 ribu ton gabah kering giling (GKG). Kenaikan produksi ini turut membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya di pedesaan.

Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan menjadi 4,66 persen. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak penduduk yang terserap ke dalam aktivitas ekonomi produktif.

BPS mengukur kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach). Berdasarkan metode tersebut, Garis Kemiskinan di Jawa Tengah pada September 2025 ditetapkan sebesar Rp570.870 per kapita per bulan.

Baca juga:  Pariwisata Jawa Tengah Melesat, Aglomerasi Destinasi dan Desa Wisata Jadi Kunci

Angka ini terdiri atas:

– Garis Kemiskinan makanan sebesar Rp432.788 per kapita per bulan

– Garis Kemiskinan bukan makanan sebesar Rp138.082 per kapita per bulan

Jika dikonversikan ke tingkat rumah tangga, Garis Kemiskinan Rumah Tangga berada di angka Rp2.557.498 per rumah tangga miskin per bulan.

Pada periode yang sama, rata-rata jumlah anggota keluarga miskin tercatat sebanyak 4,48 orang per rumah tangga.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jawa Tengah Masih Bebas Virus Nipah, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Warga Tetap Waspada
Ikuti Rakornas 2026, Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi
Rumah Inovasi Jateng Siap Diluncurkan, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Inklusif di Jawa Tengah
Puluhan Bencana Landa Jawa Tengah, Pemprov Perkuat Penanganan hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem
Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Banjir–Longsor Pemalang Berjalan Menyeluruh
Jawa Tengah Sumbang 116 Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Pemprov Jateng Tegaskan Longsor di Lereng Gunung Slamet Murni Faktor Alam, Bukan Dampak Tambang
Modifikasi Cuaca di Pantura Jateng, 1 Ton Garam Disemai untuk Tekan Risiko Banjir

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:12 WIB

Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:02 WIB

Ikuti Rakornas 2026, Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:23 WIB

Rumah Inovasi Jateng Siap Diluncurkan, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Inklusif di Jawa Tengah

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:43 WIB

Puluhan Bencana Landa Jawa Tengah, Pemprov Perkuat Penanganan hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:51 WIB

Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Banjir–Longsor Pemalang Berjalan Menyeluruh

Berita Terbaru