Jateng Percepat Integrasi Data Sosial Ekonomi! 22,3 Juta Warga Sudah Masuk Sistem DTSEN

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat fondasi kebijakan sosialnya dengan mempercepat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Melalui Data Terpadu (DT) Jateng, proses integrasi data berjalan signifikan: dari total 23,7 juta data yang dikelola Dinas Sosial, sebanyak 22.340.412 data telah resmi padan dengan sistem nasional milik Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Langkah ini bukan hanya agenda administratif, tetapi upaya memperkuat akurasi data sebagai dasar pemberian bantuan dan perencanaan program pengentasan kemiskinan di provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 38 juta jiwa tersebut.

Rapat koordinasi pemutakhiran DTSEN digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (25/2/2025), dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Plt Kepala BPS Jateng Endang Tri Wahyuningsih, serta jajaran terkait.

Baca juga:  Pemprov Jateng Salurkan Starlink ke Aceh, Dukung Komunikasi Pascabanjir Bandang

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa data merupakan “urat nadi” dari kebijakan publik. Karena itulah, Pemprov Jateng memperkuat sinergi dengan BPS melalui integrasi berbasis teknologi.

“Alhamdulillah, pemadanan dan integrasi DT Jateng dengan DTSEN telah berjalan melalui application programming interface. Integrasi ini membuat data Jateng bisa menjadi salah satu input pemutakhiran proxy means test setiap tiga bulan,” jelasnya.

Wagub memaparkan bahwa masih ada sekitar 1,4 juta data yang perlu dirampungkan.

Pihaknya menargetkan seluruh data tersebut selesai dipadankan pada awal Januari 2026, bersamaan dengan proses pemeringkatan desil 1–10 bagi seluruh penduduk Jawa Tengah.

Baca juga:  Jawa Tengah Siap Jadi Sentra Olahraga Berkuda Nasional, Trek Pacuan Kuda Bertaraf Internasional Dibangun di Batang

Pemeringkatan ini penting sebagai dasar menentukan siapa yang berhak menerima program bantuan.

Ia menekankan manfaat besar dari presisi data tersebut. “Intervensi kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, akan lebih tepat sasaran. Artinya, upaya pengentasan kemiskinan bisa dilakukan lebih cepat dan masif,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf — atau Gus Ipul — menegaskan pentingnya pelibatan BPS dalam menyusun satu data sosial ekonomi nasional yang benar-benar seragam.

Menurutnya, data sosial ekonomi adalah wilayah yang sangat dinamis sehingga perubahan dari lapangan harus bisa diakomodasi.

Baca juga:  Jepara Art Carnival 2025 Bikin Wisatawan Asing Lesehan di Jalan demi Kagumi Kostum Bernilai Seni Tinggi

Ia menambahkan bahwa masyarakat pun diberi ruang luas untuk berpartisipasi. “Selain jalur formal melalui RT, RW, dan desa, kami membuka seluas-luasnya partisipasi warga untuk menyampaikan aduan atau perbaikan data,” ujarnya.

Setiap laporan masyarakat, lanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan oleh petugas Kemensos. Setelah verifikasi dan validasi, barulah data final dikirimkan ke BPS untuk masuk ke sistem nasional.

“Setiap usulan selalu kami proses dengan ground check, verifikasi, dan validasi sesuai sumber daya yang ada,” tegasnya.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian
Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau, Kolaborasi BUMD–Swasta Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau
Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan
PD Salimah Kendal Resmi Dilantik, Perkuat Peran Muslimah Lewat Literasi Keuangan di Milad ke-20
Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto Diresmikan di Semarang, Warisan Sejarah untuk Generasi Muda
Pariwisata Jawa Tengah Melesat, Aglomerasi Destinasi dan Desa Wisata Jadi Kunci
Pemprov Jateng Matangkan Mudik dan Balik Rantau Gratis Lebaran 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:24 WIB

Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:15 WIB

Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:10 WIB

Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau, Kolaborasi BUMD–Swasta Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau

Senin, 12 Januari 2026 - 20:11 WIB

Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:24 WIB

PD Salimah Kendal Resmi Dilantik, Perkuat Peran Muslimah Lewat Literasi Keuangan di Milad ke-20

Berita Terbaru