Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, salah satu program unggulan di sektor kesehatan menunjukkan hasil nyata.

Program dokter spesialis keliling (Speling) tercatat telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan, dengan total 88.979 warga menerima layanan kesehatan langsung di wilayah tempat tinggal mereka.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan warga desa yang kini bisa mengakses layanan dokter spesialis tanpa harus menempuh jarak jauh atau terbentur biaya.

Program Speling pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Luthfi–Yasin. Konsepnya sederhana namun krusial: menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa-desa, terutama wilayah yang selama ini terbatas akses layanan kesehatannya.

Baca juga:  Jawa Tengah Sumbang 116 Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025

“Jawa Tengah sudah mendukung penuh tentang cek kesehatan gratis,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).

Dari target 1.278 desa sasaran, hampir 70 persen telah tersentuh layanan ini dalam waktu kurang dari satu tahun.

Berbeda dengan layanan kesehatan keliling pada umumnya, Speling menghadirkan dokter spesialis dengan fokus pada penyakit-penyakit prioritas dan kelompok rentan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2026, layanan yang diberikan meliputi:

Baca juga:  Jawa Tengah Jadi Jawara Penyaluran KUR Nasional 2025, Tembus Rp30,48 Triliun

11.777 ibu hamil mendapatkan pemeriksaan antenatal care (ANC)

4.230 warga menjalani pemeriksaan kanker serviks

24.997 orang menerima layanan kesehatan jiwa

39.031 orang diperiksa terkait tuberkulosis (TBC)

Sisanya menjalani pemeriksaan penyakit lain sesuai kebutuhan medis

Kehadiran layanan kesehatan jiwa dan pemeriksaan disabilitas menjadi catatan penting, mengingat aspek ini kerap luput dari perhatian dalam layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, Program Speling tidak berjalan sendiri. Program ini terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat.

Hasilnya, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan capaian tertinggi secara nasional.

Baca juga:  PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun

Sepanjang tahun 2025, tercatat 13.789.318 warga Jawa Tengah memanfaatkan program CKG. Sementara hingga 9 Februari 2026, sebanyak 1.045.924 orang telah terlayani.

“Program dokter spesialis keliling ini menjadi andalan kita, sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani oleh dokter spesialis. Untuk CKG, Jawa Tengah nomor satu nasional,” tegas Luthfi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pada 2026, cakupannya diperluas, tidak hanya pemeriksaan, tetapi juga pengobatan langsung di tempat.

“Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula jangan dianggap enteng, karena bisa menyerang organ lain, termasuk jantung, jika dibiarkan,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang
Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH
PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun
KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB
Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken
Melaju Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Tengah 2025 Tumbuh Impresif di Angka 5,37 Persen
Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025
Jawa Tengah Masih Bebas Virus Nipah, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Warga Tetap Waspada

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:00 WIB

12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:56 WIB

Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:55 WIB

PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:36 WIB

KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:33 WIB

Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

Berita Terbaru