Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional, Pemprov Jateng Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pelestarian Alam

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Sep 2025 14:02 7 Redaksi

Jatengvox.com – Kawasan Dataran Tinggi Dieng kini resmi menyandang status Geopark Nasional setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Surat Keputusan Nomor 172.K/GL.01/MEM.G/2025.

Penetapan tersebut disampaikan langsung dalam acara penyerahan salinan keputusan di Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 24 September 2025.

Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin menyebut status baru ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Wonosobo dan Banjarnegara.

Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, pariwisata, budaya, hingga penelitian di Dieng bisa semakin berkembang.

Baca juga:  Program Speling Bawa Dokter Spesialis Langsung ke Desa Kragilan, Warga Antusias Nikmati Layanan Gratis di Lereng Merbabu

“Dengan adanya Geopark Nasional, wisata kita bisa terangkat, kebudayaan kita semakin dikenal, dan wisata ilmiah untuk para peneliti juga punya daya tarik tersendiri,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, hingga masyarakat untuk menjaga serta mengembangkan kekayaan alam dan budaya di kawasan Dieng.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menegaskan bahwa penetapan ini sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penetapan Taman Bumi Geopark Nasional.

Regulasi tersebut menjadi landasan utama dalam upaya konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga:  Pemprov Jateng dan BPN Jalin Sinergi Kuat untuk Jaga Ketahanan Pangan dan Tata Ruang Daerah

“Dieng adalah permata dengan kekayaan luar biasa. Ada 23 situs warisan geologi, delapan situs keanekaragaman hayati, serta sembilan situs budaya yang mencakup warisan berwujud dan tak benda,” jelasnya.

Situs budaya itu antara lain kompleks Candi Arjuna, rumah khas Dieng, tradisi ruwatan rambut gimbal, hingga tari Topeng Lengger.

Tak hanya itu, kawasan ini juga memiliki destinasi pendukung seperti Kebun Teh Tambi, Museum Kailoso, serta fasilitas panas bumi PT Geodipa Energi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA