Berita  

Di Tengah Pasar yang Dinamis, BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan

Jakarta, 20 Mei 2026 – Di tengah dinamika industri otomotif nasional, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih menunjukkan potensi yang cukup baik dan menjadi salah satu pendorong bagi sektor pembiayaan kendaraan. Melihat kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi bisnis pembiayaan kendaraan baru maupun bekas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kualitas portofolio pembiayaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Industri pembiayaan kendaraan saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi daya beli masyarakat yang cenderung lebih selektif serta dinamika suku bunga. Kondisi tersebut turut berdampak pada penyaluran pembiayaan kendaraan baru maupun bekas pada Maret 2026.”

Baca juga:  Berapa Gaji PPPK Paruh Waktu 2025? Ini Rincian Per Provinsi

Meski demikian, hingga April 2026 BRI Finance mencatat tren penyaluran pembiayaan yang meningkat. Dalam komposisi portofolio perseroan, pembiayaan mobil baru memberikan kontribusi sebesar 34,75%, sementara pembiayaan mobil bekas berkontribusi sebesar 8,82% terhadap total portofolio perusahaan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, BRI Finance terus memperluas captive market melalui sinergi dengan Grup BRI. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni pengembangan skema joint financing serta penguatan posisi BRI Finance sebagai single gateway auto loan di ekosistem BRI Group.

Selain memperkuat sinergi internal grup, perseroan juga melakukan optimalisasi channel dealership secara lebih selektif dengan memperluas kerja sama bersama dealer-dealer potensial di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas penyaluran pembiayaan sekaligus memperluas jangkauan pasar pada segmen kendaraan baru maupun kendaraan bekas yang masih memiliki permintaan cukup baik.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Ibu-Ibu Kader Posyandu Mengolah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Di saat yang sama, BRI Finance turut meningkatkan kualitas layanan dan proses digital guna mempercepat customer journey pembiayaan kendaraan agar proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.

“Kami tetap fokus menjaga pertumbuhan yang sehat dengan memperhatikan kualitas portofolio dan profil risiko pembiayaan. Ke depan, kebutuhan kendaraan pribadi kami lihat masih memiliki potensi yang cukup baik, khususnya pada segmen-segmen tertentu yang permintaannya relatif tetap terjaga,” ujar Dhani.

BRI Finance pun melihat prospek pembiayaan kendaraan hingga semester I/2026 masih cukup positif, meskipun pasar tetap menghadapi tantangan dari sisi daya beli masyarakat dan dinamika suku bunga. Perseroan optimistis peluang pertumbuhan masih terbuka seiring kebutuhan kendaraan pribadi yang tetap ada di masyarakat.

Baca juga:  Solusi Strategis Konsultan Bisnis Efba Consulting dalam Menaikkan Angka Penjualan Di 2026

Ke depan, BRI Finance akan terus mengedepankan strategi selective growth dan prudent financing guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas portofolio, dan profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES