Dekranasda Jateng Perkuat Pendampingan Batik, Fokus Digitalisasi hingga Regenerasi Pengrajin

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra batik terbesar di Indonesia. Data Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian mencatat, provinsi ini memiliki 2.299 unit produsen batik, jumlah yang jauh melampaui daerah lain seperti Jawa Timur, DIY, maupun Jawa Barat.

Besarnya ekosistem batik tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menuntut strategi pembinaan yang matang. Menjawab tantangan itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat pola pendampingan agar para produsen dan pengrajin batik mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan zaman.

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, menilai bahwa salah satu tantangan terbesar UMKM batik saat ini adalah penguasaan literasi digital. Tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Literasi digital masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Tidak semua UMKM batik bisa langsung menguasainya,” ujar Nawal usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Jateng 2025–2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, Senin (15/12/2025).

Baca juga:  Kemenkum Jateng Genjot Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Desa, Monitoring Dimulai dari Kabupaten Semarang

Karena itu, pendampingan digital marketing menjadi fokus utama. Pelaku UMKM dibekali kemampuan memasarkan produk melalui platform digital agar jangkauan pasar tidak lagi terbatas secara lokal.

Selain digitalisasi, peningkatan kualitas produk juga menjadi perhatian serius. Dekranasda Jateng menggandeng Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dalam proses kurasi dan standarisasi produk batik lokal.

Langkah ini penting agar batik dari berbagai daerah di Jateng memiliki kualitas yang konsisten, baik dari sisi bahan, desain, maupun nilai jual, sehingga mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Isu lain yang tak kalah penting adalah regenerasi pengrajin. Data menunjukkan, dalam kurun waktu 2020–2024 jumlah pengrajin batik di Jawa Tengah mengalami penurunan cukup signifikan, sekitar 40 persen, dari 82.550 menjadi 49.530 pengrajin.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dekranasda mendorong masuknya keterampilan membatik ke dalam kurikulum sekolah, serta memperluas pelatihan melalui SMK-SMK yang memiliki jurusan terkait.

Baca juga:  Ribuan Petani Berkumpul di Gebyar Tani Merdeka 2025 Semarang

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya, tapi juga sebagai peluang ekonomi,” ungkap Nawal.

Dekranasda Jateng juga aktif mendorong pelatihan ready to wear bagi para desainer dan pelaku industri batik. Tujuannya, agar batik tidak hanya hadir sebagai kain, tetapi juga sebagai produk siap pakai yang relevan dengan tren pasar.

Pada 2026, Dekranasda telah menyiapkan tiga agenda pameran unggulan, yakni Dekranasda Jateng Modest Fest saat Ramadan, Jateng InFashion, serta UMKM Jateng Fair di Sarinah, Jakarta. Ketiga event ini diharapkan menjadi etalase batik dan produk UMKM Jateng di tingkat nasional.

Di tengah upaya modernisasi, pelestarian tetap menjadi perhatian. Nawal mencontohkan batik tulis Rifa’iyah Batang, yang saat ini terus dijaga keberlangsungannya karena sejumlah motif khasnya telah hilang.

Setiap daerah di Jawa Tengah memiliki ciri batik yang unik. Jika tidak dijaga, identitas tersebut berpotensi tergerus oleh arus produksi massal.

Baca juga:  DWP Jateng Ajak Anggota Belajar Mengatur Keuangan di Tengah Gaya Hidup Kekinian

Pendampingan yang dilakukan Dekranasda menunjukkan hasil positif. Pada 2024, nilai ekspor batik Jawa Tengah tercatat mengalami kenaikan hingga 76 persen. Batik masih menjadi salah satu komoditas unggulan yang diminati pasar global.

“Batik ini selalu laku ketika kita bicara ekspor. Itu potensi yang harus terus dijaga,” kata Nawal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi peran Dekranasda dalam membina UMKM, termasuk memfasilitasi keikutsertaan produk lokal dalam berbagai pameran nasional dan internasional.

Ia menjelaskan, Pemprov Jateng juga mendukung UMKM melalui akses permodalan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Jateng telah mencapai Rp34,3 triliun kepada lebih dari 667 ribu debitur.

Tak hanya sektor menengah ke bawah, pemerintah daerah juga mendorong pertumbuhan ekonomi menengah ke atas dengan mempromosikan kawasan industri dan menyiapkan kawasan industri baru untuk menarik investasi.

“Tujuannya agar pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat Jawa Tengah secara menyeluruh,” tandas Gus Yasin.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD
Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik
Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung
Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih
Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman
Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:30 WIB

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:56 WIB

Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:32 WIB

Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:12 WIB

Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:17 WIB

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman

Berita Terbaru