Jatengvox.com – Pendataan Dasa Wisma di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, sebenarnya sudah mulai berpindah ke formulir daring. Perangkat desa telah menyiapkan Google Formulir untuk menghimpun data warga.
Persoalannya ada di tahap berikutnya: pertanyaan pada formulir belum mencakup seluruh data yang dibutuhkan, sementara hasil isian masih berhenti di lembar respons dan harus diolah secara manual sebelum dapat dibaca sebagai laporan.
“Formulirnya sudah ada, tapi saya berhenti di bagian mengolah datanya. Mumet, susah sekali,” kata Pak Agung, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pokoh Kidul.
Kebuntuan itulah yang kemudian dibawa ke mahasiswa Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro tahun 2026.
Atas permintaan Kepala Seksi Pemerintahan, Kevin Ilham Ramadhan, mahasiswa Teknik Komputer Fakultas Teknik Undip, menjalankan program kerja bidang Sosial Masyarakat rumpun Sains dan Teknologi berupa penyempurnaan sistem pendataan Dasa Wisma, mulai dari melengkapi formulir hingga membangun alur pengolahan datanya.
Langkah pertama dilakukan dengan menelusuri data apa saja yang diperlukan pemerintah desa, namun belum tertampung pada formulir yang tersedia.
Dari hasil penelusuran tersebut disusun beberapa formulir tambahan sebagai pelengkap, sehingga cakupan pendataan Dasa Wisma menjadi lebih utuh tanpa mengubah formulir yang sudah berjalan.
Bagian berikutnya dibangun dari awal. Seluruh respons formulir dialirkan ke lembar kerja Google Spreadsheet yang dirancang khusus sebagai basis data terpadu, lengkap dengan lembar bantu untuk mengolah dan merapikan data.
Dari lembar kerja itu, hasil rekapitulasi ditampilkan dalam bentuk dasbor menggunakan Looker Studio. Dengan rangkaian tersebut, setiap isian baru langsung terekap dan tampil di dasbor tanpa perlu diolah ulang secara manual.

“Formulirnya sudah ada dan sudah dipakai, jadi tidak perlu diganti. Yang kurang hanya beberapa pertanyaan, itu yang kami lengkapi,” kata Kevin Ilham Ramadhan.
“Bagian yang belum ada justru pengolahannya. Data masuk, tapi berhenti di lembar respons. Itu yang kami sambungkan sampai jadi dasbor, supaya begitu formulirnya diisi, rekapnya langsung terbentuk sendiri.”
Dasbor yang dihasilkan menampilkan jumlah kepala keluarga terdata, sebaran per RT, serta ringkasan data warga dalam bentuk grafik dan tabel yang diperbarui secara otomatis.
Perangkat desa maupun pengurus PKK dapat membukanya melalui tautan tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.
Pendampingan tidak berhenti pada pembuatan sistem. Mahasiswa turut menjelaskan cara menambahkan pertanyaan pada formulir, membaca dasbor, hingga mengatur hak akses berkas agar data warga tetap terjaga.
Seluruh tautan formulir, lembar kerja, dan dasbor kemudian diserahkan kepada pemerintah desa selaku pemilik sistem, untuk selanjutnya digunakan dalam pendataan Dasa Wisma PKK.
“Sekarang tinggal buka tautannya, datanya sudah terekap sendiri. Ini yang dari kemarin saya cari,” ujarnya.
Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh perangkat desa untuk pendataan berkala, sekaligus menjadi rujukan data dalam penyusunan program desa.
Dengan rekapitulasi yang terbentuk otomatis, waktu yang sebelumnya habis di meja rekap dapat dialihkan untuk kegiatan pendataan di lapangan.
Penulis: Kevin Ilham Ramadhan
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar