Bukan Hanya Biaya, Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Sep 2026 12:39 0 vritimes

Biaya tetap menjadi faktor penting dalam proyek konstruksi. Namun, keputusan terhadap komponen bangunan semakin perlu melihat nilai yang diberikan sepanjang masa penggunaan, termasuk ketahanan, kebutuhan perawatan, biaya penggantian, dan performa.

Perubahan cara melihat biaya ini membuat pemilihan komponen bangunan tidak cukup hanya membandingkan harga pembelian awal. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Kemahalan Konstruksi 2025 menghitung biaya konstruksi melalui sejumlah komponen, termasuk harga material, sewa alat berat, dan upah jasa konstruksi. Artinya, biaya konstruksi memang terbentuk dari berbagai komponen, bukan hanya satu biaya pembelian.

Pendekatan yang melihat biaya secara lebih menyeluruh juga semakin mendapat perhatian dalam industri bangunan. Studi yang dipublikasikan Discover Applied Sciences pada Januari 2026, setelah meninjau 51 studi kasus, menemukan adanya peningkatan penggunaan Life Cycle Costing (LCC) untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi berbagai strategi dalam sektor konstruksi bangunan, meskipun penerapannya masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Baca juga:  Rahasia Cepat Daftar Coretax bagi UMKM: Langkah Mudah yang Bikin Bisnis Anda Terbang Tinggi!

Dalam konteks tersebut, sistem pintu menjadi salah satu komponen yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan bangunan, bukan semata harga produk. 

Sistem pintu digunakan secara berulang dan memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan fungsi serta intensitas penggunaan ruang. Karena itu, aspek seperti durability, maintenance, keamanan, dan kebutuhan penggantian dapat memengaruhi value yang diberikan selama bangunan beroperasi.

“Developer tentu tetap memperhatikan harga. Tetapi harga seharusnya dilihat bersama dengan kebutuhan dan performa sistem. Kalau sebuah produk memiliki harga awal yang lebih rendah tetapi membutuhkan maintenance atau penggantian lebih sering, maka biaya dan value-nya perlu dihitung secara lebih menyeluruh,” ujar Bernardus Rizky, COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM).

Baca juga:  JAKARTA Liveable Art Soirée: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL RESMI HADIR DI SARINAH THAMRIN

Menurut Bernardus, pendekatan tersebut penting terutama ketika sistem pintu dipilih sejak tahap perencanaan. Jenis bangunan, frekuensi penggunaan, kebutuhan keamanan, kondisi lingkungan, serta pola operasional perlu menjadi bagian dari spesifikasi agar sistem yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek.

“Yang kami lihat, pembahasan mengenai sistem pintu seharusnya tidak berhenti pada produk mana yang paling murah. Pertanyaannya adalah sistem mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan dan mampu memberikan performa yang dibutuhkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pergeseran perspektif ini menempatkan sistem pintu pada posisi yang lebih strategis dalam proses perencanaan. Bukan berarti harga kehilangan relevansinya, tetapi harga menjadi salah satu bagian dari pertimbangan yang lebih luas mengenai efisiensi, ketahanan, maintenance, dan performa bangunan.

Baca juga:  Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

Bagi developer dan tim proyek, pendekatan tersebut dapat membantu memastikan keputusan spesifikasi tidak hanya menjawab kebutuhan saat konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana komponen tersebut akan bekerja selama bangunan digunakan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA