Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Pesantren Kilat yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas, RW 09 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini digelar pada Selasa, 24 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian program keagamaan Ramadan yang bertujuan menanamkan nilai spiritual serta meningkatkan semangat belajar agama bagi anak-anak dan remaja setempat.
Program tersebut diikuti oleh santri TPA, siswa sekolah dasar, hingga remaja di lingkungan RW 09.
Sejak sore hari, para peserta telah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dipandu oleh mahasiswa KKN UPGRIS.
Suasana religius dan kebersamaan terasa kuat, mencerminkan semangat Ramadan yang sarat dengan nilai ibadah dan kepedulian sosial.
Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Mahasiswa KKN membimbing peserta membaca ayat suci secara bergiliran serta memberikan arahan sederhana mengenai tajwid dan makharijul huruf.
Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kelancaran membaca sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah interaktif yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN.
Materi yang diangkat menitikberatkan pada pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang komunikatif agar mudah dipahami peserta.
Beberapa pertanyaan juga diajukan kepada anak-anak untuk menjaga keterlibatan dan antusiasme mereka selama kegiatan berlangsung.
Koordinator kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS Desa Leyangan, Hildan Firman A., menyampaikan bahwa Pesantren Kilat ini dirancang sebagai sarana pembinaan karakter sekaligus penguatan spiritual generasi muda di lingkungan masjid.
“Kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja. Kami ingin menanamkan nilai akhlak, kedisiplinan, serta semangat mencintai masjid sebagai pusat kegiatan positif,” ujarnya.
Menurut Hildan, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan konsep kegiatan yang edukatif dan interaktif agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu memahami serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN memutar video islami yang memuat pesan moral dan inspiratif.
Media visual tersebut dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Peserta terlihat antusias menyimak tayangan hingga selesai, terutama saat disampaikan pesan tentang kejujuran, tolong-menolong, dan semangat menuntut ilmu.
Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas, Pak Mindarto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS membawa semangat baru bagi anak-anak dan remaja di lingkungan masjid.
“Kami menyambut baik kegiatan Pesantren Kilat ini. Anak-anak menjadi lebih bersemangat datang ke masjid dan mengikuti kegiatan keagamaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi generasi muda di RW 09,” tuturnya.
Melalui program Pesantren Kilat ini, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.
Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana pembelajaran yang hangat, edukatif, dan inspiratif.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
Dengan demikian, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan melalui Pesantren Kilat ini diharapkan terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak-anak dan remaja di Desa Leyangan.
Editor : Murni A














