Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 27 melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan.
Bertempat di RW 08, Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, mereka mengajak warga untuk mengolah limbah dapur berupa cangkang telur menjadi pupuk organik cair dan padat yang kaya nutrisi.
Program yang dilaksanakan pada (9/2/2026) ini bermula dari keresahan mahasiswa melihat banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja tanpa pengolahan.
Padahal, cangkang telur memiliki kandungan kalsium karbonat tinggi yang sangat baik untuk merangsang pertumbuhan tanaman.
Ketua Kelompok 27 KKN UPGRIS mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat mengenai sampah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa hal kecil yang dianggap sampah, seperti cangkang telur, bisa punya nilai guna tinggi jika diolah dengan benar,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa mendemonstrasikan langkah-langkah sederhana pengolahan:
Pembersihan: Mencuci cangkang telur dari sisa protein agar tidak berbau.
Pengeringan: Menjemur cangkang hingga benar-benar kering.
Penghalusan: Menumbuk atau memblender cangkang hingga menjadi serbuk halus agar mudah diserap tanah.
Warga RW 08 Kelurahan Gemah menyambut baik inisiatif ini. Ibu-ibu PKK yang hadir tampak antusias mempraktikkan cara pembuatan pupuk tersebut.
Selama ini, mereka mengaku hanya membuang cangkang telur ke tempat sampah tanpa tahu manfaatnya bagi tanaman hias maupun sayuran di pekarangan rumah.
“Sangat bermanfaat, apalagi di sini banyak warga yang suka berkebun kecil-kecilan di pot. Caranya ternyata mudah dan tidak butuh biaya mahal,” ungkap salah satu warga setempat.
Pihak Kelurahan Gemah mengapresiasi langkah inovatif mahasiswa UPGRIS. Program ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam menekan volume sampah dari tingkat rumah tangga (zero waste).
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga RW 08 Kelurahan Gemah dapat menerapkan kebiasaan mengolah limbah secara mandiri, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tanaman warga tumbuh lebih subur secara organik.
Editor : Murni A














