Jatengvox.com – Dalam upaya menekan krisis sampah di Kota Semarang, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 26 menggelar edukasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (16/02) di lingkungan RT 04 RW 05 Kelurahan Palebon, yang menyasar ibu-ibu PKK setempat.
Program ini merupakan langkah nyata mendukung instruksi Walikota Semarang terkait gerakan pilah sampah dari rumah guna mengurangi beban TPA Jatibarang.
Dengan memanfaatkan sisa sayuran, daun, dan kulit buah, limbah yang semula dibuang kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan.

Perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Tema besar kami di sini adalah revitalisasi Taman TOGA. Setelah melakukan re-design taman, kami melanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair sebagai pendukung nutrisi tanaman obat tersebut secara mandiri dan murah,” Ujar Steffy Perwakilan Mahasiswa KKN UPGRIS di sela kegiatan.
Proses pembuatan POC ini tergolong sederhana. Warga diajarkan mencincang limbah organik untuk dicampur dengan larutan gula merah dan EM4 dalam wadah tertutup.
Perbandingannya adalah 1 kg limbah dicampur dengan 2 liter air, 35 gram gula merah, serta 20 ml EM4, yang kemudian difermentasi selama 10 hingga 14 hari.

Ibu Ketua RT 04 RW 05 menyambut baik inisiatif ini karena memberikan solusi praktis bagi warga dalam mengelola sampah organik di dapur mereka.
“Dengan pelatihan ini, warga bisa membuat pupuk sendiri. Selain membantu mengurangi sampah, pupuk ini sangat berguna untuk menyuburkan tanaman TOGA yang banyak ditanam di lingkungan RT kami,” Ujar Ibu Dian Selaku Ibu Ketua PKK RT 04 RW 05.
Melalui edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah semakin meningkat, sehingga lingkungan Kelurahan Palebon menjadi lebih bersih, hijau, dan produktif secara mandiri.
Editor : Murni A














