Dukung Gerakan Pilah Sampah, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair di RT 04 RW 05 Palebon

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Dalam upaya menekan krisis sampah di Kota Semarang, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 26 menggelar edukasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (16/02) di lingkungan RT 04 RW 05 Kelurahan Palebon, yang menyasar ibu-ibu PKK setempat.

Program ini merupakan langkah nyata mendukung instruksi Walikota Semarang terkait gerakan pilah sampah dari rumah guna mengurangi beban TPA Jatibarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan memanfaatkan sisa sayuran, daun, dan kulit buah, limbah yang semula dibuang kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 01 Gelar Sosialisasi Akhlak Mulia di SD Negeri 3 Cening

Perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Tema besar kami di sini adalah revitalisasi Taman TOGA. Setelah melakukan re-design taman, kami melanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair sebagai pendukung nutrisi tanaman obat tersebut secara mandiri dan murah,” Ujar Steffy Perwakilan Mahasiswa KKN UPGRIS di sela kegiatan.

Proses pembuatan POC ini tergolong sederhana. Warga diajarkan mencincang limbah organik untuk dicampur dengan larutan gula merah dan EM4 dalam wadah tertutup.

Perbandingannya adalah 1 kg limbah dicampur dengan 2 liter air, 35 gram gula merah, serta 20 ml EM4, yang kemudian difermentasi selama 10 hingga 14 hari.

Baca juga:  Hublife Hadirkan Ruang Belajar Anak Dan Kebutuhannya

Ibu Ketua RT 04 RW 05 menyambut baik inisiatif ini karena memberikan solusi praktis bagi warga dalam mengelola sampah organik di dapur mereka.

“Dengan pelatihan ini, warga bisa membuat pupuk sendiri. Selain membantu mengurangi sampah, pupuk ini sangat berguna untuk menyuburkan tanaman TOGA yang banyak ditanam di lingkungan RT kami,” Ujar Ibu Dian Selaku Ibu Ketua PKK RT 04 RW 05.

Melalui edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah semakin meningkat, sehingga lingkungan Kelurahan Palebon menjadi lebih bersih, hijau, dan produktif secara mandiri.

Baca juga:  Wujudkan Lingkungan Hijau, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap RW 08 Gemah Jadi Kawasan Edukasi Toga

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca
KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Sinyal Bahaya untuk Nvidia? Google Siapkan Gebrakan Besar di AI
Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)
Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?
Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya
Menteri Pariwisata Tinjau Pengembangan Danau Toba di Samosir

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

Sinyal Bahaya untuk Nvidia? Google Siapkan Gebrakan Besar di AI

Selasa, 21 April 2026 - 17:03 WIB

Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)

Selasa, 21 April 2026 - 16:03 WIB

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

Berita Terbaru