Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 09:33 9 jatengvox

Jatengvox.com – Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, salah satu program unggulan di sektor kesehatan menunjukkan hasil nyata.

Program dokter spesialis keliling (Speling) tercatat telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan, dengan total 88.979 warga menerima layanan kesehatan langsung di wilayah tempat tinggal mereka.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan warga desa yang kini bisa mengakses layanan dokter spesialis tanpa harus menempuh jarak jauh atau terbentur biaya.

Program Speling pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Luthfi–Yasin. Konsepnya sederhana namun krusial: menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa-desa, terutama wilayah yang selama ini terbatas akses layanan kesehatannya.

“Jawa Tengah sudah mendukung penuh tentang cek kesehatan gratis,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).

Dari target 1.278 desa sasaran, hampir 70 persen telah tersentuh layanan ini dalam waktu kurang dari satu tahun.

Baca juga:  Pariwisata Jawa Tengah Melesat, Aglomerasi Destinasi dan Desa Wisata Jadi Kunci

Berbeda dengan layanan kesehatan keliling pada umumnya, Speling menghadirkan dokter spesialis dengan fokus pada penyakit-penyakit prioritas dan kelompok rentan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2026, layanan yang diberikan meliputi:

11.777 ibu hamil mendapatkan pemeriksaan antenatal care (ANC)

4.230 warga menjalani pemeriksaan kanker serviks

24.997 orang menerima layanan kesehatan jiwa

39.031 orang diperiksa terkait tuberkulosis (TBC)

Sisanya menjalani pemeriksaan penyakit lain sesuai kebutuhan medis

Kehadiran layanan kesehatan jiwa dan pemeriksaan disabilitas menjadi catatan penting, mengingat aspek ini kerap luput dari perhatian dalam layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Baca juga:  Jawa Tengah Raih Peringkat Satu Nasional, Kalahkan Aceh & Jatim dalam Penghargaan Perumahan 2025

Dalam pelaksanaannya, Program Speling tidak berjalan sendiri. Program ini terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat.

Hasilnya, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan capaian tertinggi secara nasional.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 13.789.318 warga Jawa Tengah memanfaatkan program CKG. Sementara hingga 9 Februari 2026, sebanyak 1.045.924 orang telah terlayani.

“Program dokter spesialis keliling ini menjadi andalan kita, sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani oleh dokter spesialis. Untuk CKG, Jawa Tengah nomor satu nasional,” tegas Luthfi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:  Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Pada 2026, cakupannya diperluas, tidak hanya pemeriksaan, tetapi juga pengobatan langsung di tempat.

“Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula jangan dianggap enteng, karena bisa menyerang organ lain, termasuk jantung, jika dibiarkan,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA