SCash Dorong Digitalisasi UMKM dan Ritel Desa Lewat Ekosistem New Retail

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan ekonomi nasional.

Meski jumlahnya mencapai hampir 99 persen dari total pelaku usaha di Indonesia, jutaan UMKM—khususnya yang bergerak di sektor komoditas dan desa—masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Mulai dari minimnya infrastruktur digital, lemahnya sistem tata kelola usaha, hingga akses pasar yang belum terstruktur, menjadi hambatan utama UMKM untuk tumbuh dan bersaing.

Di tengah pesatnya transformasi digital, kondisi ini membuat banyak pelaku usaha tertinggal jika masih mengandalkan pola konvensional.

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi pengembang ekosistem New Retail dan SuperApp, SCash, menawarkan pendekatan berbasis kolaborasi dan teknologi berkelanjutan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 Ikuti Senam Pagi Bersama Warga RT 4 Kaligawe

CEO SCash, Michael Lee Eng Yew, menegaskan bahwa perusahaannya tidak sekadar menghadirkan platform digital, tetapi memposisikan diri sebagai mitra ekosistem jangka panjang bagi UMKM dan ritel.

“SCash memposisikan diri sebagai mitra ekosistem jangka panjang dengan menyediakan solusi teknologi. Tujuannya untuk menghidupkan kembali dan memperkuat usaha komoditas agar dapat beroperasi lebih berkelanjutan, efisien, dan transparan,” ujar Michael di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, digitalisasi UMKM tidak cukup hanya dengan aplikasi transaksi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem menyeluruh yang mampu menghubungkan pelaku usaha, koperasi, komunitas, hingga pasar secara terstruktur.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, SCash menjalin kemitraan kolaboratif dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung revitalisasi usaha berbasis komoditas, khususnya yang dikelola koperasi dan pelaku usaha desa.

Baca juga:  UMKM Tembus Pasar Nasional Berkat Dukungan Sertifikasi dan KUR

Michael menyebut, kemitraan ini menjadi bentuk sinergi antara teknologi dan tata kelola perdagangan nasional.

“Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama memperkuat ekosistem komoditas nasional dengan menggabungkan kapabilitas teknologi SCash dan peran KBI sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, serta tata kelola perdagangan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, UMKM, koperasi, dan wirausaha desa diharapkan dapat masuk ke dalam pasar komoditas yang lebih terstruktur, khususnya di sektor pertanian dan ekonomi berbasis komunitas.

Lebih jauh, kemitraan SCash dan KBI juga sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi desa dan tata kelola komoditas.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Pemasangan Reflektor Jalan di Desa Kedungboto

Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pelaku usaha desa seperti Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Indonesia (APUDSI).

Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya berhenti di kota besar, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa.

Dukungan digital berbasis ekosistem ini mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Cahyo, salah satu pelaku usaha kecil, menilai perhatian terhadap UMKM melalui teknologi menjadi kebutuhan mendesak di era saat ini.

“Kalau mau bantu UMKM, itu bagus dan patut diapresiasi. Kita memang perlu diperhatikan supaya usaha bisa lebih maju. Sekarang semuanya serba aplikasi, kalau masih konvensional agak lambat berkembang,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ombudsman Pastikan Pemkab Raja Ampat Jalankan Putusan PN Sorong soal Ganti Rugi Rp3,56 Miliar
Pemerintah Umumkan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi
Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tingkatkan Administrasi dan Pengawasan Pelayanan di Kecamatan Wonogiri
Perluas Jangkauan Global, Tim 12 KKN-T UNDIP 2026 Digitalisasi POKLAHSAR Mina Rejeki
PTS Terancam Tergusur, DPR Minta Kehadiran Kampus Asing Tak Merugikan
Ancaman Child Grooming Menguat, Pemerintah Minta Keluarga Lebih Waspada
Ancaman AI hingga Krisis Layar, DPR Minta Negara Hadir Lindungi Film Nasiona
Operasi Keselamatan Candi 2026 Digelar, Polda Jateng Fokus Tekan Fatalitas Kecelakaan

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:04 WIB

Ombudsman Pastikan Pemkab Raja Ampat Jalankan Putusan PN Sorong soal Ganti Rugi Rp3,56 Miliar

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:39 WIB

Pemerintah Umumkan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:09 WIB

SCash Dorong Digitalisasi UMKM dan Ritel Desa Lewat Ekosistem New Retail

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:25 WIB

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tingkatkan Administrasi dan Pengawasan Pelayanan di Kecamatan Wonogiri

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:12 WIB

PTS Terancam Tergusur, DPR Minta Kehadiran Kampus Asing Tak Merugikan

Berita Terbaru