Ombudsman RI Umumkan Lima Kementerian Bebas Maladministrasi dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Ombudsman Republik Indonesia merilis hasil Penilaian Pelayanan Publik Nasional Tahun 2025 dengan capaian menonjol dari lima kementerian yang meraih opini kualitas tertinggi tanpa maladministrasi.

Kelima kementerian tersebut adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara Penyampaian Opini Ombudsman Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menegaskan bahwa penilaian tahun ini menandai perubahan penting dalam cara negara mengevaluasi kualitas layanan publik.

“Penilaian tidak lagi sekadar memeriksa kelengkapan prosedur administrasi, tetapi menitikberatkan pada dampak nyata layanan bagi masyarakat. Selain itu, penilaian juga melihat kepatuhan penyelenggara terhadap produk hukum Ombudsman,” ujar Najih.

Baca juga:  Zakat Nasional Tembus Rp40,5 Triliun, Menag Dorong Pengawasan Makro agar Distribusi Lebih Adil

Najih menjelaskan, sejak 2013 Ombudsman RI secara konsisten melakukan penilaian kepatuhan pelayanan publik. Namun, pada 2025 sistem tersebut bertransformasi menjadi Penilaian Maladministrasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Ombudsman RI Nomor 61 Tahun 2025.

Transformasi ini dinilai krusial untuk memperkuat fungsi pencegahan sejak dini. Layanan publik, menurut Najih, tidak cukup hanya tertib di atas kertas, tetapi harus memberikan manfaat substantif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Perubahan ini bertujuan agar hasil penilaian menjadi panduan evaluasi yang lebih tajam. Layanan publik harus berdampak, bukan sekadar patuh secara administratif,” tegasnya.

Baca juga:  Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub

Penilaian Pelayanan Publik Nasional 2025 dilakukan pada periode September hingga November 2025, dengan cakupan luas meliputi 38 kementerian, 8 lembaga, 38 provinsi, 56 kota, dan 168 kabupaten di seluruh Indonesia.

Di tingkat daerah, Provinsi Jambi dan Jawa Timur berhasil meraih opini kualitas tertinggi tanpa maladministrasi. Untuk kategori kota, penghargaan diberikan kepada Denpasar, Depok, dan Yogyakarta, sementara di tingkat kabupaten diraih Badung, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Meski demikian, Ombudsman mencatat masih terdapat sejumlah produk rekomendasi Ombudsman yang belum sepenuhnya dipatuhi oleh beberapa penyelenggara layanan publik, terutama di daerah.

“Capaian ini patut diapresiasi, namun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” kata Najih.

Baca juga:  Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menekankan bahwa kualitas pelayanan publik memiliki peran strategis dalam menjaga legitimasi negara di mata masyarakat.

Menurut Yusril, regulasi yang baik dan anggaran besar tidak akan bermakna apabila praktik maladministrasi masih terjadi dalam penyelenggaraan layanan publik.

“Kualitas pelayanan publik menentukan kepercayaan masyarakat. Penyelenggaraan layanan harus transparan, akuntabel, taat hukum, serta menjunjung asas pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh layanan publik dijalankan secara bertanggung jawab demi kepercayaan masyarakat nasional yang berkelanjutan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis
Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent
Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Berita Terbaru

Berita

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:03 WIB